POLITIK
Bambang Widjojanto (harlam/dok)
17/1/2015 16:49:55
4149

KPK Hormati Keputusan Presiden Soal Kapolri

Harianlampung.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya mengambil sikap menunda pelantikan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri. Meski begitu, Jenderal Sutarman tetap diberhentikan dengan hormat sebagai Kapolri dan menugaskan Wakapolri Badrodin Haiti untuk menjalankan tugas-tugas Kapolri sementara waktu.

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, mengatakan sebagai lembaga penegak hukum, KPK tidak dalam kapasitas untuk mengomentari keputusan politik yang diambil Presiden terkait pengangkatan dan penundaan di instansi Polri.

"Kami menghormati keputusan Presiden. Namun, KPK tetap akan memberi konsentrasi terhadap penanganan perkara yang telah menjadi kewenangannya," ujar Bambang dalam keterangan singkat, Jumat (16/01) malam.

Bambang menjelaskan, kasus yang menjerat Komjen Budi saat ini, tidak akan menggangu kerja sama antar lembaga penegak hukum. Bambang menegaskan KPK tetap menjalankan tugas di bidang pemberantasan korupsi dan bekerja sama dengan lembaga penegak hukum. "Lembaga penegak hukum yang dimaksud itu termasuk Kejaksaan, Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, dan tentunya Kepolisian," ujarnya.

Komjen Budi Gunawan adalah calon tunggal yang diajukan Presiden Jokowi kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Saat proses uji kelayakan tengah bergulir, Komjen Budi diumumkan oleh KPK sebagai tersangka korupsi. Alih-alih mencari calon pengganti, Jokowi tetap membiarkan proses di DPR berjalan dan tidak mencabut surat pengajuannya. DPR kemudian mengesahkan Komjen Budi sebagai Kapolri dan menyerahkan tanggung jawab pelantikannya kepada  Presiden. Jokowi nampaknya masih bimbang dengan pegangan azas praduga tak bersalah dan memilih untuk menunda pelantikan sampai proses hukum di KPK selesai.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno menyatakan, penundaan pelantikan dilakukan untuk menghormati proses hukum yang berlangsung di KPK.
(pin/eh)