POLITIK
Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo
28/10/2014 12:18:16
5364

Ridho Harapkan Menteri Asal Lampung Majukan Daerah

Harianlampung.com - Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo berharap tiga tokoh Lampung yang menjadi menteri dalam kabinet Jokowi-JK bisa menjadi jembatan antara pemerintah pusat dan daerah. 

Ketiga tokoh itu yakni, Nila Djuwita Anfasa Moeloek (Menteri Kesehatan), Siti Nurbaya (Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup), Ryamizard Ryacudu (Menteri Pertahanan).

Terpilihnya tiga tokoh Lampung sebagai Menteri, menurut Ridho, menjadi kebanggaan bagi daerah. Apalagi ketiganya ditempatkan pada posisi yang strategis di kabinet Jokowi-JK.

“Tentu kita harapkan mereka bisa membawa nama baik Lampung. Menjembatani aspirasi pemerintah daerah untuk dibawa ke pusat. Apalagi posisi strategis mereka sesuai dengan permasalah yang ada di Lampung,” ujarnya di Bandarlampung, Senin (27/10).

Dijelaskannya, di antara persoalan yang dihadapi Provinsi Lampung adalah masalah kehutanan. Banyak perusahaan maupun pemerintah yang menggunakan lahan milik Kementerian Hehutanan. "Bahkan konflik antarwarga juga sering dipicu oleh masalah agraria," ujarnya. 

Untuk itu, Ridho mengharapkan Siti Nurbaya yang menjabat sebagai Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup mampu menjadi mediasi permasalah-permasalahan yang ada di Lampung.

“Kita harap keberadaan tokoh kita di kabinet bisa membawa dan membantu permasalahan daerah demi memajukan dan mensejahterakan masyarakat Lampung," ujarnya.

Selain itu, Ridho juga mengharpakan Menteri Koordinator Kemaritiman Indroyono Soesilo bisa mengembangkan industri maritim di Lampung. 

"Pengembangan industri maritim ini menjadi salah satu program kerja Pemprov Lampung, sehingga sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat," ujarnya.

Daerah Lampung sudah memulai proses pengembangan industri maritim. Seperti pengolahan perikanan dan pembangunan galangan, serta pembuatan kapal, serta peningkatan tangkapan ikan bagi nelayan.

" Apalagi belum lama ini kapal perang TNI Angkatan Laut buatan Lampung telah diresmikan, sehingga tidak ada alasan kalau kita bukan berorientasi pada sektor maritim," tambahnya.
(mf/nad/imr)