POLITIK
Ilustrasi (harlam/dok)
22/1/2015 20:36:24
1577

Masih Tunggu BKSDA, Gajah Liar Belum Dihalau

Harianlampung.com - Hingga hari ke-13, (Kamis 22/1) kawanan gajah liar yang memasuki lahan perkebunan warga di Pekon (desa) Jagaraga, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat, belum berhasil digiring masuk kembali ke kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).

Dinas Kehutanan (Dishut) Kabupaten Lampung Barat bersama TNBBS memang sudah menurukan tim ke lokasi Pekon Jagaraga. Namun tim, dari dua instansi ini tidak melakukan penghalauan, melainkan hanya berupaya mengamankan, agar kawanan gajah liar itu tidak masuk lebih jauh ke areal pekerbunan warga.

Pihak Dishut dan TNBBS berdalih tidak memiliki wewenang untuk menggiring  kawanan gajah liar itu kembali ke kawasan hutan lindung. "Penanganan satwa di kawasan hutan lindung memang menjadi wewenang kami. Namun, jika satwa itu keluar dari wilayah TNBBS, maka penanganannya menjadi tanggung jawab Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Karena itu, kami masih menunggu BKSDA untuk menangani masalah ini,"terang Kepala Bidang Wilayah II Liwa TNBBS, Iwin Kasiwan, kepada harianlampung.com, Kamis (22/1).

Selain itu, Iwin mengatakan, lambatnya penanganan gajah liar ini, karena keterbatasan anggaran. "Tahu sendiri kalo awal tahun seperti ini. Memang bulan-bulan susah, sehingga kami tidak bisa berbuat banyak," kata Iwin . 

Sebelumnya hal yang sama juga dikatakan Kepala Bidang Perlindungan Hutan, Dinas Kehutanan Lampung Barat, Suhartono. Menurut dia, pihaknya hanya sebatas memberikan pengamanan dan sosialisasi pada warga tentang tata cara teknis pencegahan masuknya kawanan gajah liar ke areal perkebunan atau pemukiman warga. Sedangkan untuk menggiring gajah liar kembali masuk kehabitatnya merupakan wewenang BKSDA.
(lemy/mnz/eh)