POLITIK
Nila F. Moeloek
06/11/2014 14:24:28
3059

Dua WNI Suspect Ebola, Menkes Pastikan Negatif

Harianlampung.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F. Moeloek memastikan, dua warga negara Indonesia (WNI) yang baru pulang bekerja di Liberia dan diduga terjangkat virus ebola, dinyatakan negatif.

“Hasil terakhir tadi malam negatif. Tapi tetap kita harus antisipasi menjaganya,” kata Menkes seperti dikutip dari laman Sekretaris Kabinet, Selasa (04/11).  

Sebelumnya, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Prof dr Tjandra Yoga Aditama mengemukakan, saat kembali dari pertemuan WHO di Jenewa, Swiss, beberapa waktu lalu, ia satu pesawat dengan 29 WNI yang baru kembali dari Liberia, negara endemi virus mematikan, ebola.

“Saya naik pesawat dari Jenewa ke Abu Dhabi, transit 7 jam di Abu Dhabi, dan rupanya saat dari Abu Dhabi ke Jakarta, saya satu pesawat dengan seluruh WNI yang baru datang dari Liberia ini. Kami tiba di bandara Sukarno Hatta pada hari Minggu (26/10),” ujar Tjandra.

Beberapa hari kemudian, di antara ke-29 WNI itu ada yang mengeluh demam di Madiun. Ada juga laporan dari Kediri, pasien yang baru pulang dari Liberia dan juga demam. Kabalitbang Kemenkes itu mengingatkan bahwa mereka belum tentu belum tentu ebola, mungkin saja malaria atau penyakit lain.

Tetapi, demi kewaspadaan dan kehati-hatian, menurut Tjandra, pasien yang demam itu dirawat isolasi, dan samplenya dikirim ke Laboratorium Balitbangkes Kemenkes. Ia menegaskan, untuk mengetahui ada ebola atau tidak, hasilnya akan keluar paling lambat 48 jam sesudah nanti samplenya diterima di laboratorium.

Menkes mengemukakan, setelah dilakukan pemeriksaan kemudian diambil sampel darahnya untuk dicek 48 jam dengan BCL3, dan ternyata hasil kedua warga asal Madiun dan Kediri, Jatim itu, ternyata negatif ebola.

“Tetapi tetap ke depannya waspada,” tegas Menkes seraya menyebutkan, kedua itu kemungkinan terserang malaria mengingat keduanya pernah menderita penyakit tersebut.

Menkes menjelaskan, gejala ebola dapat dilihat di antaranya panas tinggi, diare, dan muntah-muntah. Pencegahan masuknya virus itu ke Indonesia sudah dilakukan sebelum para TKI berangkat ke Indonesia dan ketika tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.

“Kita cegah di kantor karantina pelabuhan. Jadi kalau orang-orang yang datang dari daerah endemis, mereka di situ sebetulnya sudah diperiksa dua minggu,” jelas Nila.
(mf/nad/imr)