POLITIK
Ketua KPU Lampung Nanang Trenggono
12/11/2014 21:15:03
2981

Anggota KPU se-Lampung 80 Persen Wajah Baru

Harianlampung.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung mengumumkan anggota komisioner 14 KPU kabupaten/kota se-Lampung. Dari 120 komisioner yang lolos uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test),  hanya 20 persen incumbent, sisanya wajah baru.

KPU mengumumkan hasil tersebut, pada Selasa (11/11) sore. Dari 20 persen komisioner incumbent antara lain, Fauzi Heri KPU Bandarlampung, Budi Hadi Yanto (Lampung Tengah), Husin (Lampung Timur), Sri Fatimah (Lampung Selatan), Abdul Hafid dan Marthon (Lampung Utara).

Sedangkan KPU Pringsewu ada tiga wajah lama yaitu, Warsito, Hermansyah, dan Andoyo, KPU Metro (Agus Riyanto), Tulangbawang (Rudi Antoni), Tulangbawang Barat (Ismanto dan Darwin Eko Saputra), KPU Mesuji Saipul (Anwar dan Jupri).

Incumbent yang berhasil duduk kembali menjadi komisioner paling banyak ada di KPU Way Kanan, diantaranya Erwan Bustami, Iskardo, Sukindra dan Darul Hafiz.

Ketua KPU Lampung Nanang Trenggono menyatakan, hasil keputusan pleno tersebut sudah sesuai dengan Undang-undang nomor 15 tahun 2011 tentang penyelenggara pemilu, dan peraturan KPU Nomor2 tahun 2013 tentang seleksi anggota KPU Provinsi dan seleksi anggota KPU Kabupaten/kota.

“Dalam pleno tersebut saya tegaskan tidak ada titipan dari manapun, karena masing-masing komisioner punya penilaian tersendiri," ujar Nanang, mewakili komisiner lain saat membacakan hasil putusan pleno di kantor KPU.

Dirinya mengungkapkan, sebelumnya KPU telah mengadakan pleno di tempat wisata Tabek Indah, Lampung Selatan (Lamsel), Senin (10/11). Pleno yang dihadiri oleh lima komisioner ini berlangsung alot, dikarenakan rapat pleno berlangsung dari pagi sampai sore hari.

Rapat penentuan tersebut dilakukan dengan kredibel dan jujur yang dilakukan dengan cara musyawarah dan kualitatif nilai masing-masing peserta calon komisioner KPU kabupaten/kota.

"Kami menilai komisioner tersebut bedasarkan kredibel, independen dan memahami tentang kompetensi pemilu. Adapun untuk skor nya dari yang tertinggi 80 sampai yang terendah 70," jelasnya.

Akademisi Unila ini menegaskan, dalam pleno tersebut tidak ada titipan dari manapun, dikarenakan seleksi tersebut berlangsung fair. “Kami tidak ada titipan-titipan, penilian kami bersih dan kredibel,” tandasnya.

Terkait, dengan anggota KPU yang sudah ditetapkan, Nanang menilai hal ini sudah menjadi keputusan yang sah, walaupun nantinya ada pihak yang keberatan tentang pengumuman tersebut.

Namun, jika nantinya ada penggantian, bisa saja. Berdasarkan nomor urut di bawah komisioner yang sudah ditetapkan tersebut.

"Penggantian komisioner bisa saja dilakukan, jika nantinya  salah satu komisioner mengundurkan diri," katanya.

Hal senada pun diungkapkan oleh Anggota KPU Handi Mulyaningsih, menurutnya dalam penilaian pun pihaknya juga melihat laporan indetitas kependudukan, serta mengetaui apakah komisioner tersebut dulunya calon legeslatif atau anggota partai poltik.

“Ada beberapa komisioner yang mantan caleg atau orang parpol, ya jelas kita tidak pilih,” kata Handi.

Sementara itu, pengamat politik dan pemerintahan dari Universitas Lampung (Unila) Yusdianto berharap komisioner yang baru harus cepat beradaptasi  dan menyesuaikan kinerja kerja KPU Lampung. Sehingga bisa memulai tahapan-tahapan kerja untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2015 ditujuh kabupaten kota.

"Saya harapkan bagi teman-teman komisioner yang baru, harus cepat menyesuiaikan dengan kerja KPU, terutama wajah-wajah baru,"ujar Yusdianto saat dihubungi.

Terlebih, menurutnya, saat ini UU Perpu mengalami perubahan, tentunya banyak hal yang berbeda dalam tahapan pilkada. Hal inilah yang diharapkan untuk melaukan kinerja cepat pasca dilantik.

"Dengan Perpu yang baru, ya tentunya banyak perubahan, jadi kita harapkan cepat bergerak untuk bekerja menyusun pilkada seperti perencaan anggaran maupun tahapan dan jawdwal pilkada," ungkapanya.

Yusdianto menghimbau agar komisioner yang baru harus mempunyai sikap tidak terfokus kepada uang. Sehingga kinerjanya bisa baik dan jujur.

"Ya, saya pun minta anggota KPU jangan terfokus untuk mencari uang di lingkungan KPU, sehingga kinerjanya bisa baik dan kradibel," tandasnya.
(mf/nad/bl)