POLITIK
Ilustrasi (harlam/dok)
25/2/2015 19:20:47
2948

Warga Khawatir Ganti Rugi Lahan Proyek Tol Gunakan NJOP

Harianlampung.com - Warga di Kecamatan Jatiagung, Merbau Mataram, Tanjungbintang, dan Kecamatan Natar, Lampung Selatan khawatir ganti rugi lahan tol Sumatera ruas Bakauheni-Terbanggibesar, disesuaikan dengan Nilai jual Objek Pajak (NJOP).

Kekhawatiran ini disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tim I persiapan pembebasan lahan jalan tol ruas Bakauheni-Natar, Sahrial M Vahlepi, Rabu (25/2).

Sahrial menjelaskan, berdasarkan sosialisasi yang dilakukan di empat kecamatan itu, hampir semua warga meminta agar ganti rugi lahan tidak ditetapkan berdasarkan NJOP. Sebab, harga lahan di tempat itu jauh dari harga pasaran.

"Mereka khawatir kalau nilai ganti rugi hanya disesuaikan dengan NJOP, sedangkan NJOP mereka itu rendah," ujar Sahrial.

Untuk meredam itu, kata Sahrial, tim persiapan pembebasan lahan dan satuan tugas yang ada di desa-desa memberikan penjelasan bahwa penilaian ganti rugi nantinya yang menentukan tim appraisal (tim independen penilai harga tanah).

"Ganti rugi itu berdasarkan NJOP, tapi tim appraisal punya pertimbangan lain, tidak hanya terpaku NJOP," jelasnya.

Kekhawatiran warga lainnya mengenai jalur pengganti tol untuk menghubungkan antara desa satu dengan yang lain.

Menurut dia, masyarakat yang daerahnya dilalui tol tak perlu resah, sebab pemerintah pasti memperhatikan hal itu. "Nanti pasti ada jalan. Apakah itu dibuat jembatan penyebrangan atau seperti apa. Masyarakat tidak perlu khawatir soal itu," kata dia.

Ia mengakui pada tahap awal ini pihaknya hanya sosialisasi menyampaikan kepada masyarakat akan ada jalan tol di Lampung.

Dikatakannya, sosialisasi rencana persiapan pembangunan tol Sumatera melibatkan camat, pamong desa, dan perwakilan masyarakat terkait. Sedangkan untuk sosialisasi ke masyarakat yang lebih luas, masih menunggu verifikasi data. 
(bayu/riz/eh)