POLITIK
Angkot mogok pasca BMM naik.
19/11/2014 13:27:32
6267

Hari Ini, P3ABL Tentukan Tarif Angkot

Harianlampung.com - Perhimpunan Pemilik dan Pengemudi Angkutan Kota Bandarlampung (P3ABL) akan menggelar pertemuan dengan pemkot setempat, guna membahas rencana kenaikan tarif angkutan, pasca kenaikan harga BBM.

Selain pemkot dan P3ABL, pertemuan yang dijadwalkan hari ini (19/11), akan dihadiri juga oleh Organisasi Angkutan Darat (Organda).

Sebelumnya, para pengemudi angkot di Bandarlampung secara sepihak menaikkan ongkos bagi penumpang sebesar Rp500. Hal itu dilakukan untuk menutupi biaya operasional pasca kenaikan BBM yang mencapai 40 persen.

Menurut Humas P3ABL, Yusirwan, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) setempat, atas kebijakan menaikkan ongkos penumpang tersebut. 

Hasilnya, Dishub setuju sembari menunggu keputusan walikota dalam rapat yang akan digelar besok (hari ini, Red).

“Yang penting penumpang tidak keberatan. Mereka maklum karena memang harga BBM sudah naik,” kata Yusirwan.

Menurutnya, sebagian besar pengemudi angkot memilih untuk tidak beroperasional karena khawatir terjadi perselisihan dengan penumpang. Selebihnya tetap jalan dengan menaikkan ongkos Rp 500. 

“Yang penting penumpang tidak protes dan memang kasihan dengan anak sekolah kalau mogok. Jadi tadi aksi mogok-nya cuma sebentar saja. Karena besok sudah ada pembahasan soal kenaikan ongkos,” ungkapnya.

Masih kata dia, dalam pembahasan kenaikan tarif tersebut yang menentukan adalah Organda dan Pemkot Bandarlampung.

“Rapat sendiri tidak selesai hari ini dan akan dilanjutkan besok di kantor walikota. P3ABL juga diundang besok untuk hadir,” ujarnya.

Sementara, Ketua P3ABL Daud Rusli mengakui, para sopir yang mencari penumpang hari ini (kemarin), telah menaikan tarif sebsar Rp500 agar tidak merugi.

"Para penumpang juga tidak diberatkan maka tadi ada kesepakatan menaikan Rp500," ujarnya

Kenaikan tarif tersebut kata Daud, belumlah final, dikarenakan kebijakan tersebut segera diambil perhitungannya tidak ada yang dirugikan, baik dari Pemkot, masyarakat dan para sopir. 

"Makanya ambil tindakan seperti itu," tandasnya.

Banyaknya sopir yang tidak menarik angkutan tersebut dikarenakan mengantisipasi agar tidak ada perselisihan antar sopir dan penumpang angkutan umum.

"Sementara kawan-kawan pakai tarif yang lama pasti rugi, sehingga hari ini banyak teman-teman yang tidak narik penumpang dan yang menarik penumpang menaikan tarif," terang Daud.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan kota Bandarlampung Rifai mengatakan, apa yang telah dikatakan oleh ketua P3ABL dalam rangka mengantisipasi agar beroperasinya angkutan umum sehingga diambillah kesepakatan bersama antara Kadishub Bandarlampung dengan P3ABL dengan menaikkan tarif angkot sebesar Rp500.

"Untuk sementara ini kami mengambil kesepakatan sambil menunggu keputusan yang akan dikeluarkan oleh Walikota mengenai kenaikan tarif angkot," ujarnya,kemarin.

Dikatakannya, keputusan yang akan dikeluarkan oleh walikota tersebut harus sinergi dengan korps lalulintas yang terdiri dari, Satlantas, Kadishub provinsi, Kadishub kota Bandarlampung, Organda dan sebagainya.

"Dalam rangka untuk mengantisipasi ini terlebih dahulu kami keluarkan sementara kesepakatan ini, agar pihak angkutan tidak rugi dan beroperasi dengan adanya kenaikan BBM ini," terang Rifai.

Menurut Rifai, keputusan Walikota mengenai kenaikan tarif angkot paling lama dua hari kedepan, karena hari ini Rabu (19/11) pihak Dishub akan melihat terlebih dahulu pangsa pasar yang berkaitan dengan sukucadang onderdil kendaraan, minyak oli dan sebagainya.
(r6/nay/mf)