POLITIK
Tedjo Edy Purdjianto (helmi/dok)
19/11/2014 18:19:59
790

Menkopulhukam Luruskan Pernyataan Jokowi

Harianlampung.com - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Tedjo Edy Purdjianto menyatakan, Badan Keamanan Laut (Bakamla) tidak dapat seenaknya menenggelamkan kapal asing yang dianggap ilegal. Ada prosedur penindakan hukum yang berlaku di laut dan disepakati oleh dunia internasional yang harus diikuti.

“Kalau sudah diperingati dulu, ya “dor, dor, dor” (tembak ke udara) saja. Ada aturan yang berlaku, tidak sembarangan menindak, nanti diklaim (melanggar hukum) internasional kita," ujar Tedjo kepada pers di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (19/11).

Tedjo menyebut, keamanan laut di Indonesia memang butuh penanganan serius, karenanya banyak sekali pelanggaran. Misalnya, penjarahan hasil laut oleh kapal asing, penyelundupan barang hingga manusia dan lain-lain.

Namun, Tedjo sekali lagi mengingatkan bahwa penindakan hukum di laut memiliki caranya sendiri. Terdapat peraturan internasional yang sudah bertahun-tahun disepakati. Diketahui, hukum laut internasional yang dihormati di Indonesia adalah United Nations Convention on the Law of the Sea (Unclos).

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi meminta aparat terkait untuk melakukan tindakan tegas terhadap aksi pencurian ikan di wilayah perairan Indonesia. Tidak hanya mengejar lalu menangkap, Jokowi bahkan menginstruksikan agar kapal-kapal pencuri ikan itu ditenggelamkan untuk memberikan efek jera.

"Sudahlah nggak usah tangkep-tangkepan. Langsung tenggelamkan saja. Nanti baru orang mikir," ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (18/11).

Akan tetapi, Jokowi menambahkan, sebelum menenggelamkan kapal asing ilegal, orang-orang di dalamnya harus diselamatkan terlebih dahulu. "Nanti jadi rame sama tetangga lain," kata Jokowi.

Cara menenggelamkan kapal ikan itu, sebut Jokowi, adalah cara yang juga digunakan negara lain dalam menjaga kekayaan alamnya. Jokowi menyebut, setidaknya harus ada 100 kapal ilegal yang ditenggelamkan, agar ribuan kapal pencuri lainnya, ketakutan.
(pin/ftu/des)