POLITIK
Presiden Joko Widodo (Ist)
26/11/2014 07:31:02
29166

Di Bukit Asam, Presiden Hanya Sholat & Makan

Harianlampung.com - Kunjungan kerja Presidan Joko Widodo di Provinsi Lampung, terlambat dari jadwal yang ditentukan. Menurut informasi dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Lampung, Presiden akan mengunjungi PT Bukit Asam pada pukul 11.35 WIB, molor menjadi pukul 14.35 WIB.

Berdasarkan protap, Kunker Jokowi ke Lampung ada enam tempat, diantaranya PT Bukit Asam. Namun kunjungan ke perusahaan ini tidak sesuai dengan skedul.

Direncanakan, kunjungan Jokowi ke perusahaan ini untuk meninjau pembangunan pelabuhan muat terbesar di Indonesia. Tetapi hal itu tidak berlangsung, Jokowi hanya sepintas mampir ke perusahan ini.

Humas Bukit Asam, Ivan mengatakan sesuai protap memang benar kunjungan Jokowi akan meninjau perkembangan pembangunan pelabuhan yang ada di perusahaan ini. Tetapi dibatalkan karena waktu jokowi untuk berkunjung ke daerah lain sangat mepet.

“Iya dia cuma sebentar, sholat Asar, makan siang, lalu berpamitan pulang,” ujar Ivan di lobi Bukit Asam, Selasa (25/11).

Dijelaskannya, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Panjang juga tidak dikunjungi. Jokowi langsung menuju Kabupaten Lampung Tengah untuk melihat kondisi pertanian di sana.

“Denger-denger pak Jokowi juga tidak mampir ke Pelindo, dia langsung ke Trimurjo (salah satu desa di Lampung Tengah),” jelasnya.

Sebelum ke PT Bukit Asam, Jokowi mengunjungi PLTU Sabalang.

Dalam kunjungannya, Jokowi menyampaikan, Indonesia saat ini sedang mengalami defisit Energi atau Listrik, dan melihat proyek mana saja yang belum jalan. Ia menghimbau agar yang memiliki proyek segera cepat dikerjakan.

Pada kunjungannya itu, Jokowi menyatakan PLTU Sabalang belum beroperasi. Untuk menambah daya listrik nasional, perlu penambahan pembangit listrik di berbagai daerah.

"Kita ke sini untuk mengejar tambahan-tambahan itu segera selesai. Defisitnya beda-beda, kita ingin tahu kesulitan di lapangan, seperti apa yang terjadi di lapangan, ternyata saat saat berkunjung memang banyak kesulitan yang harus diselesaikan" ujarnya.

Kemudian masalah lelang di PLN akan dipercepat, kita keluarkan Perpres sehingga investasi yang sudah ada bisa selesai semua. Bagaimana industri mau berkembang, kalau investasi sulit," ujarnya.

Direncanakan, semua pembangkit maunya ditinjau, targetnya dalam lima tahun ke depan pasokan listrik bisa mencapai 35 ribu MW, sebab kebutuhan listrik tiap tahun bertambah.

"Saya hanya mau mengecek memastikan  proyeknya berjalan dengan baik dan segera selesai dan segera digunakan," katanya.

Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2013-2023, diperlukan tambahan kapasitas pembangkit sebanyak 59,5 GW untuk melayani pertumbuhan kebutuhan listrik yang mencapai 386 TWh pada 2023. Dari kapasitas tersebut, PLN hanya akan membangun 16,9 GW.

PLN dalam upaya melistriki Nusantara. Misalnya pada 2019, PLN hanya akan memenuhi kebutuhan pembangkit sebesar 55 MW, sementara IPP memasok 6.410 MW.

(cr5/mf/hl)