POLITIK
Presiden & Gubernur Lampung (Ist)
26/11/2014 09:48:58
21163

Lampung Lumbung Pangan Nasional

Harianlampung.com - Presiden Joko Widodo menargetkan dalam tiga tahun ke depan Indonesia swasembada beras. Provinsi Lampung diharapkan berkonstribusi besar dalam mencukupi kebutuhan pangan nasional.

“Lampung sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Produksi berasnya harus bisa ditingkatkan hingga satu juta ton, dari tahun sebelumnya,” kata Jokowi, saat berdialog dengan para petani di Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, Selasa sore (25/11).

Diketahui, produksi beras di Lampung pada tahun 2013 mencapai 1.885.446 ton. Jumlah itu lebih tinggi dari total konsumsi masyarakat sebanyak 864.242 ton atau mengalami surplus 958.984 ton.

Guna memenuhi target produksi tersebut, Jokowi akan menyiapkan bantuan rehab saluran irigasi untuk 35 ribu hektar lahan persawahan di Lampung. Selain itu, Presiden juga akan memberikan 577 unit handtraktor dan optimalisasi 14 ribu herktar lahan persawahan.

"Untuk menunjang jumlah produksi, kita akan benahi saluran irigasi dan memberikan handtraktor sebagai sarana penunjang,” kata Jokowi.  

Sementara, Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman menambahkan, pihaknya juga akan mengoptimalisasi 14 ribu lahan sawah. Upaya optimalisasi itu termasuk di dalamnya penyediaan pupuk, bibit dan peralatan seperti handtraktor.

Menurut Amran, program itu akan mulai bergulir tak sampai dua pekan setelah kunjungan presiden dan rombongan, Selasa (25/11).

"Semua program itu untuk tahun 2014. Sepekan dua pekan ini bantuan akan turun," kata dia.

Amran juga mengaku telah meminta PUSRI dan Petrokimia untuk memastikan kelancaran distribusi pupuk di Lamteng, terutama di Trimurjo. Sebab dalam dua hari kunjungan ini ada banyak keluhan terkait persoalan kelangkaan pupuk.

"Petinggi-petinggi PUSRI dan Petrokimia ikut kesini, dan sudah saya minta untuk memastikan kelancaran distribusi pupuk," jelas Amran.

Bahkan Mentan meminta PUSRI dan Petrokimia untuk memecat distributor yang bermasalah.

Terkait saluran irigasi di Kampung Pujo Kerto, Trimurjo, Amran mengatakan masih belum memadai.

"Target yang sudah diberikan pak Presiden harus dipenuhi. Untuk mencapainya, dibutuhkan kerja sama semua elemen masyarakat di Lampung. Sebab, jika tahun depan target itu tercapai tentu pemerintah pusat akan menggelontorkan bantuan lainnya kesini,” kata dia.

Sementara, Kepala Cabang Distribusi PT PUSRI Lampung yang langsung dihadapkan pada warga Pujokerto oleh Mentan, mengatakan pupuk subsidi hanya mengcover 70 persen kebutuhan Lampung. Maka untuk optimalisasi harus dipenuhi kekurangannya.

Dalam masalah distribusi, PUSRI berkomitmen melancarkan dengan menunjuk distributor-distributor di kabupaten-kabupaten.

"Kalau ada yang bermain, dalam dua hari bisa kami buang, sepanjang ada bukti," kata Asmawan.

Pada kunjungan Presiden di Pujo Kerto Lamteng, Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo tampak setia mendampingi Jokowi. Di tempat itu, rombongan meninjau sistem irigasi di daerah sawah sekitar.  

Diketahui, sebelum tiba di Trimurjo Lampung Tengah, Presiden terlebih dahulu berkunjung ke Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan. Setelah itu dilanjutkan ke PLTU Sebalang dan PT Bukit Asam Tarahan.

Sejumlah kepala daerah di Lampung yang terlihat mengikuti rangkaian kunjungan Presiden diantaranya, Bupati Pesawaran Aries Sandi, Agung Ilmu Mangkunegara (Lampura), Mukhlis Basri (Lambar), Sujadi (Pringsewu), Khamamik (Mesuji), Bambang Kurniawan (Tanggamus), Hanan A.Razak (Tuba), Kherlani (Pesisir Barat), Bustami (Way Kanan), Lukman Hakim (Metro), Pairin dan Mustafa (Lamteng).

Selain itu hadir Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Ibu Negara Iriana Jokowi, Istri Gubernur, Istri Bupati Lamteng, Istri Wabup Lamteng, Danlanal, Kapolda, Danrem dan lain-lain.

Setelah selesai berdialog, rombongan presiden bertolak ke Bandara Raden Inten II. Sekitar pukul 19.40 Jokowi beserta rombongan menaiki pesawat kepresidenan meninggalkan Lampung dan kembali ke Jakarta.
(fly/r4/mf/bln)