POLITIK
Ilustrasi
26/11/2014 15:25:54
5512

Pemprov Diminta Tegas Soal Gula Rafinasi

Harianlampung.com - Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung menyarankan pemerintah provinsi tidak menuggu  untuk mengambil  langkah  penyelidikan terhadap penyebaran gula rafinasi yang beredar di Lampung.

“Ya, tidak harus menuggu dalam mengambil atau menindak penyebaran gula rafinasi. Apalagi kan bisa sambil melakukan sosialisi, sehingga tidak berlarut masuknya gula tersebut, tindak tegas, “ kata Ketua Komisi II DPRD Lampung Hantoni Hasan,Selasa (25/11).

Menurutnya, Peraturan Gubernur Nomor 50 Tahun 2014 tentang Pengendalian Distribusi Produk Impor sudah jelas. Jadi, sambil mensosialisasikan, langkah dan pengambilan tidakan sudah mesti berjalan.

Sehingga masuknya gula rafinasi tidak meluas di Lampung. Karena gula tersebut memang tidak layak dikonsumsi dalam jumlah banyak bagi masyarakat. “Rasa manisnya kan beda. Apalagi  warnanya juga beda. Gula untuk konsumsi masyarakat dengan industri tentu beda,“ tambahnya.

Sambil menuggu pergub itu terbit, sosialisasi terus dilakukan agar masyarakat mengetahui bahaya mengkonsumsi gula rafinasi dalam jumlah banyak. Karena itu perlu ada peraturan tentang peredaran gula rafinasi di masyarakat.

Jika nanti telah disosialisasikan kepada perusahaan yang menjadi penyuplai barang tersebut, tinggal memantau apakah keberdaan gula rafinasi itu masih jalan atau tidak. Selanjutnya, tinggal ambil langkah dan tindakan ada pelanggaran, katanya.

Hantoni mengkhawatirkan, gura rafinasi yang telah terjual ke masyarakat  dan dikonsumsi ruman tanah, akan terus peredarannya jika tidak segera diambil tindakan. "Kasihan masyarakat yang belum mengerti bahaya mengkonsumsi gula rafinasi," ujarnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Arinal Djunaidi mengatakan, gula rafinasi hanya diperbolehkan bagi indutri, karena gula tersebut masih perlu pengolahan lanjutan.

“Kita akui lambatnya penanganan karena masih akan menyosialisasikan terbitnya Pergub Nomor 59 tahun 2014 tentang Pengendalian Distribusi Produk Impor di Lampung, “ kata Arinal.

Kendati demikian, jika nanti terbukti ada peredaran gula rafinasi  di pasaran tentu, akan diambil langkah dalam katagori ranah hukum dan diproses sesuai aturan yang berlaku, terangnya.

“Ya, kita tersu berkoordinasi dengan pihak BPOM yang menjadi domain mereka, merekalah yang memiliki kewenangan, bisa saja kita selidiki namun BPOM yang mengambil tindakan tegas “ tandasnya.
(r6/mf/hl)