POLITIK
Demo Muslimah HTI (iqbal/harlam)
22/3/2015 22:14:59
843

Muslimah HTI Menentang Feminisme

Harianlampung.com - Sekitar 100 Muslimah Hizbut Thahir Indonesia (MHTI) melakukan aksi damai mengkampanyekan penentangan feminisme, di Bandarlampung, Ahad (22/3). Sekitar 50 orang berkumpul di Pasar Tengah, Jl Raden Intan, TanjungkKarang. Aksi dimulai pukul 09.00 WIB.

Semakin siang, massa bertambah, hingga berjumlah 100 orang. Pukul 10.00 WIB, massa longmarch ke Bundaran Tugu Adipura sambil membawa plang bertuliskan, "Feminisme mencabut hak perempuan, Perempuan mulia dalam khilafah, dan Perempuan Indonesia butuh khilafah bukan demokrasi".

Koordinator Media MHTI Lampung Suci Gizela Pertiwi mengatakan, hanya khilafah satu-satunya sistem yang akan menempatkan perempuan pada kedudukan mulia.

"Hari ini kita saksikan kaum perempuan menjadi korban kekerasan dan kejahatan. Perempuan juga dipaksa bekerja, akibat pemerintah menyerahkan aset strategis kepada asing."

"Bagaimana sistem ini membuat perempuan mampu mendidik putra-putrinya dalam kondisi ideal. Belum lagi berkembangnya propaganda menyesatkan tentang kesejahteraan jender," katanya kepada harianlampung.com.

Menurutnya, sistem demokrasi telah gagal mendudukkan perempuan sesuai kodratnya. Jika tidak diperbaiki segera, akibatnya tidak hanya ditanggung diri sendiri, tapi generasi mendatang.

Islam, kata Gizela, terbukti tidak merampok hak kaum perempuan, justru memuliakan. "Saatnya mencampakan ide-ide feminis neolib dan neoimprelisme yang batil dan merusak dan diganti dengan sistem Islam, yaitu khilafah," katanya.

Gizela mengatakan, khilafah telah menjamin dan mengizinkan perempuan ada di ranah publik. terutama menuntut ilmu dan memandang perempuan bagian masyarakat yang memiliki hak berada di publik dan mewujudkan kesadaran politiknya.

Pada akhirnya, sistem khilafah mewajibkan menjaga kehormatan perempuan, dan menempatkannya sebagai mahluk yang mulia, kata dia.
(iqbal/riz/eh)