POLITIK
Ilustrasi Haji (Helmi/doc)
27/11/2014 15:13:47
5668

2015, Menag akan Prioritaskan Calon Jamaah yang Belum Haji

Harianlampung.com - Pada tahun 2015, Kementrian Agama akan memprioritaskan keberangkatan bagi jamaah yang belum pernah berangkat alias haji perdana. Hal ini disampaikan oleh Menag Hakim Saifuddin di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu (26/11). 

Tindakan ini merupakan salah satu langkah yang ditempuh oleh Kementrian Agama dalam mereformasi penyelenggaraan Haji . "Pada 2015 nanti, saya akan mengambil keputusan atau kebijakan untuk keberangkatan haji itu hanya bagi yang sama sekali belum pergi haji, itu yang menjadi prioritas," tegasnya. 

Kebijakan itu, tandasnya, karena kuota yang dimiliki Indonesia sangat terbatas, saat ini dari kuota dasar untuk jamaah haji Indonesia berjumlah 211 ribu/tahunnya. Berbanding terbalik dengan. dengan tingginya animo masyarakat hampir di setiap daerah.

"Karena animo masyarakat yang sangat besar untuk berangkat haji, maka akan kita lihat mana yang belum sama sekali berhaji, karena bagi mereka yang belum berhaji itu wajib hukumnya, sementara yang sudah itu hanya sunnah," tegasnya.

"Jadi saya mohon dengan hormat seluruh masyarakat bagi yang sudah berhaji agar menahan diri untuk berangkat haji lagi, supaya memberikan kesempatan yang lainnya," pinta dia

Ke depannya Menag berjanji untuk memperjuangkan penambahan kuota haji. Penambahan kuota ini dirasa perlu mengingat jumlah umat Islam, saat ini mencapai 240 juta jiwa. Hal ini berakibat pada antrian haji yang semakin panjang, dan waktu menunggu yang dapat mencapai 25 tahun.

Selanjutnya aspek transparansi menjadi target Kementrian Agama. Kedepannya, dana yang disetorkan kepada Kemenag akan menggunakan nama pribadi calon jamaah haji, bukan lagi atas nama Menteri Agama. Bunga bank dana tersebut pun akan diterima langsung oleh orang yang bersangkutan. 

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh juga berencana menyempurnakan Sistem Komputerisasi Terpadu / Siskohat Haji . Pengguna nantinya dapat mengecek informasi keberangkatan dan pembayaran secara real time. 

"Kita akan sempurnakan sehingga publik bisa membuka kapan bisa berangkat haji. Kapan pula harus melunasi," ucap Lukman.

(ih/ss/ftu)