POLITIK
Illustrasi (Helmi/doc)
27/11/2014 15:32:54
2046

Hingga Akhir 2014, Ekspor CPO Indonesia 31,5 Juta Ton

Harianlampung.com - Ekspor minyak sawit mentah (CPO) Indonesia hingga akhir tahun ini diperkirakan mencapai 31,5 juta ton, atau meningkat 10%, dibandingkan periode yang sama 2013. Di tengah melorotnya komoditas dunia, volume ekspor CPO Indonesia pada Oktober 2014, mencapai 2,471 juta ton, atau naik 45,8% dari 1,695 juta ton pada September 2014.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Joefly Joesoef Bahroeny, mengatakan, secara tahunan, hingga akhir Oktober, ekspor CPO dan turunannya mencapai 17,187 juta ton. 

“Angka tersebut, menggambarkan adanya kenaikan sebesar dua persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” kata Joefly di sela acara 10th Indonesian Palm Oil Conference and 2015 Price Outlook, di The Trans Luxury Hotel, Bandung, Kamis (27/11).

Namun, Joefly mengaku kurang optimistis pada tahun depan. Sebab peningkatan ekspor CPO pada 2015, diperkirakan tidak akan terlalu signifikan. Pertumbuhan akan bergerak di kisaran 5-10%. Menurut Joefly, kata kunci untuk meningkatkan angka ekspor adalah bagaimana menormalisasikan perkebunan-perkebunan rakyat dengan mengintensifkan pembukuan.  “Apabila 50% dari jumlah lahan perkebunan rakyat, yang sebanyak 4,4 juta hektare dapat efektif, produksi kita akan naik," kata Joefly.

Dalam sisa waktu satu bulan lagi, pihak swasta harus bekerja lebih keras lagi. Pemerintah diharapkan dapat memberikan dukungan yang berarti bagi perkebunan kelapa sawit rakyat.

Joefly meminta agar persyaratan kredit bagi petani sawit tidak terlalu ketat. Sebab tidak mungkin seorang petani punya sertifikat dulu baru dapat kredit. Dalam membuat sertifikat saja butuh waktu dan uang. Jadi hal itu terganting bagaimana keberpihakan pemerintah terhadap para petani.

"Menteri Sofyan Djalil sudah menyatakan akan mengundang kami untuk menyampaikan pola-pola dan strategi apa saja untuk mendukung perkebunan rakyat," pungkas Joefly.

(pin/ih/mf)