POLITIK
13/10/2014 09:38:30
11352

PPP Tunggu Instruksi DPP

Harianlampung.com -  Pecahnya Koalisi Merah Putih (KMP) Provinsi Lampung, berimbas ke 15 kabupaten/kota di Bumi Ruwa Jurai. Keratakan tersebut ditandai adanya dualisme kepemimpinan KMP, antara Kubu Agusman Effendi dengan Alzier Dianis Thabrani. Hal ini akan berdampak pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 8 kabupaten/kota di 2015 mendatang.

Khusus untuk Partai Persatuan Pembangunan (PPP), sudah dipastikan tidak akan mengikuti salah satu kubu KMP Lampung. Pasalnya, PPP Pusat telah menyatakan secara resmi bercerai dengan KMP dan bergabung ke Koalisi Indonesia Hebat (KIH).

Menanggapi hal itu, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kota Bandarlampung, menyatakan belum memutuskan sikap politik. Terutama menyangkut arah koalisi pasca bercerai dengan KMP dan menghadapi Pemilihan Walikota (Pilwakot) mendatang.

Wakil Ketua I DPC PPP Bandarlampung Albert Alam mengatakan, pihaknya masih menunggu kepastian dari Dewan Pimpinan Pusat mengenai akan berlabuh ke kubu mana. Kemungkinan, hal tersebut akan di pada Muktamar 15-18 Oktober mendatang.

“Kalau soal arah koalisi, kami masih menunggu instruksi dan arahan dari DPP. Apakah masih tetap di KMP atau KIH, semua keputusannya ada di pusat. Sementara ini kami calling down,” jelas Albet.

Menurutnya, saat ini partainya tengah menunggu keputusan Pemerintah terkait sistem yang akan dipakai dalam pelaksanaan Pilkada, baik langsung atau melalui legisltaif. Sebab, Undang-Undang Pilkada saat ini belum jelas. Meski sudah disahkan DPR, akan tetapi Perppu soal UU itu sudah dikeluarkan presiden.

“Ya, menunggu regulasi Pilkada nya. Terpenting bagi PPP, akan lebih mengedepankan mana yang terbaik bagi kemaslahatan umat. Kalau soal calon, kami berfikir realistis saja, yang berpotensi menang tentu kita dukung,” terang anggota DPRD Bandarlampung ini.

Kendati demikian, ia mengaku, sejauh ini partainya belum mengagendakan soal dukungan terhadap bakal calon yang akan maju pada Pilwakot mendatang. "Belumlah, kita masih melihat calon-calonnya yang akan muncul. Kalau komunikasi dengan calon atau partai sudah," ungkapnya.

Disinggung soal sikap PPP yang mengalihkan koalisinya ke KIH, Albert menyatakan, dalam politik semuanya serba mungkin.

"Ya, itulah politik. Pada saat ada persamaan kepentingan bergabung, tapi ketika tidak ada kecocokan bisa berubah. Tidak ada yang abadi dalam politik, semuanya bisa berubah," tandasnya. 


((CR5/nay/bln))