POLITIK
Yasonna Laoly (harlam/dok)
04/12/2014 11:07:37
1795

Konflik Golkar, Pemerintah Kaji Sesuai Hukum

Harianlampung.com - Musyawarah Nasional Partai Golkar di Bali menyebabkan keretakan di internal partai tersebut. Muncul dua kubu, yakni Aburizal Bakrie yang terpilih kembali menjadi ketua umum. Rivalnya, Agung Laksono berniat menyelenggarakan munas tandingan pada Januari 2015 nanti. 

Mahkamah Partai Golkar telah meminta Kementerian Hukum dan HAM bijaksana memutuskan laporan kedua kubu yang berkonflik di internal Golkar.

Menanggapi hal itu, Menkum HAM Yasonna Laoly mengatakan, pemerintah akan menampung segala laporan dan mengkaji dengan baik sebelum memutuskan. "Kita tunggu saja. Kita tampung  dulu," kata dia, Kamis (4/12).

Kemenkum HAM akan mengkaji segala laporan yang diterima dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku. "Setelah sudah kumpul nanti kita kaji sesuai hukum," kata dia.

Sebelumnya, salah satu bukti rekaman skenario pemenangan Aburizal Bakrie yang disetting Nurdin Halid dilaporkan presidium penyelamat partai ke Kemenkum HAM.

Laporan ini untuk membuktikan jika munas yang digelar di Nusa Dua, Bali cacat hukum. Sebelumnya, Agung Laksono Cs juga sudah meminta pemberhentian Ical dan Idrus Marham.

Dari kubu Ical juga segera melaporkan hasil munas di Nusa Dua, Bali ke Kemenkum HAM. Laporan itu untuk mendapatkan SK dari Kemenkum HAM.
(r6/mf/hl)