POLITIK
Ilustrasi (harlam/dok)
11/5/2015 10:56:54
612

Pasang Foto Romi, Harlah PPP Ditinggal Simpatisan

Harianlampung.com - Peringatan hari lahir Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang ke 42 tahun di halaman Balai Desa Ngasem, Bandungan, Kabupaten Semarang, Minggu siang (10/05), kosong melompong.

Lokasi acara yang berisi pengajian akbar ini ditinggal pulang ribuan simpatisan yang sebelumnya sempat datang. Massa menjadi enggan memasuki arena pengajian, dan sebagian besar langsung pulang sesaat setelah acara pengajian dimulai karena melihat foto Ketua Umum PPP versi Muktamar Surabaya M Romahurmuziy alias Romy dalam dekorasi kegiatan tersebut.

Bahkan, sempat akan terjadi aksi penurunan gambar oleh beberapa kader PPP, namun hal itu dapat dicegah oleh simpatisan yang lain.

Saat acara berlangsung, ribuan kader Gerakan Pemuda Kabah (GPK) merasa tertipu dengan kegiatan yang beraroma sosialisasi calon bupati tersebut. Mereka menjawab pidato pengisi acara dengan mengeraskan suara knalpot sepeda motor, sehingga menimbulkan kebisingan.

Sekretaris Pimpinan wilayah GPK Jawa Tengah Muhammad Mustafid mengungkapkan, alasan ribuan peserta tidak mau memasuki arena pengajian, karena dipasangnya foto Romi

Hasilnya, saat pengajian dimulai, pengunjung pengajian yang sebagian besar berasal dari kader GPK meninggalkan lokasi pengajian. Padahal, kader yang datang juga banyak berasal dari luar kota seperti Magelang, Temanggung, dan Yogyakarta.

Bahkan, akibat dari kekecewaan tersebut, GPK sebagai organisasi sayap PPP akan mengevaluasi dukungan pencalonan Nur Jatmiko sebagai Calon Bupati Semarang. "Dukungan untuk Nur Jatmiko kami evaluasi,” kata Mustafid, Senin (11/05).

Menurut Mustafid, DPC PPP Kabupaten Semarang terang-terangan bermain "dua kaki". ”Ikut sana ikut sini.”

"Kami tidak mendukung PPP hasil Muktamar Surabaya disebabkan Romy tidak mematuhi nasihat dari Ulama sepuh kita KH. Maemun Zubair," kata Mustafid.

Sementara itu, Ketua DPC PPP Kabupaten Semarang Agus Muhajir Tantowi memastikan kader PPP di Kabupaten Semarang masih solid dan kompak kendati terjadi kisruh di DPP PPP.

"PPP di Kabupaten Semarang tak ada masalah, masih solid dan kompak. Kisruh di tingkat DPP biar diselesaikan DPP, itu permasalahan di atas, bukan di bawah. Yang penting PPP di Kabupaten Semarang kompak dan solid," kata Agus.
(pin/eh)