GAGASAN
Yusuf Yazid (helmi/pin)
28/10/2017 22:42:51
423

Episode 23: Ulah Mbak Pur Ciptakan Saling Silang

Harianlampung.com - Puting beliung, bukan hanya sedang berputar-putar di atas kepala Juned, namun lebih kencang lagi yang menerpa kepala (..ehh.. nggak ada kepala rupanya) Mbak Pur. Sementara di atas kepala Ronald, Mustajab, juga Hermanus, terjadi hal yang sama. Memasuki dua bulan dari tenggat waktu yang ada,  upaya memperebutkan perahu, kian kencang terjadi. Lambat bertindak, akan tertinggal.

Sejak pekan lalu, kemantapan koalisi Juned guncang. Semua akibat Juned tak mampu mengelola anggota koallisi dengan baik. Padahal, bagi yang paham, kondisi itu tak melulu bisa ditimpakan pada ketidakmampuan Juned, tapi lebih pada semua kebijakan harus bermuara pada Mbak Pur. Maklum, sumber keuangan dibawah kendali penuh pemilik Pabrik Permen itu.

Di kubu Mustajab, juga terjadi kegoyahan. Kebijakan Mustajab yang meminta Partai Hati yang Luka untuk menempatkan Hasan Hasan sebagai wakilnya, menimbulkan kegeraman di jajaran  Partai Kutu Sapi , mulai dari tingkat atas hingga ke akar rumput.  Sementara di kubu Partai Daun Itunya Pepaya, posisi Hermanus terus digoyang. Bahkan perdebatan menyusup hingga untuk posisi cawagub.

Yang menarik, bila dirangkum apa yang terjadi di ruang publik, jelas menunjukkan Ronald masuk dalam zona degradasi. Namun, kubu Partai Demikianlah meyakinkan publik, bahwa Ronald akan turut serta dalam kontestasi Pilgub 2018 mendatang.

Meski dikemas dengan beragam gaya, munculnya persoalan-persoalan ditubuh para calon kandidat, sebenarnya merupakan buah atas tingkah polah yang dilakukan Mbak Pur. Juragan Pabrik Permen ini mengandalkan kekuatan uangnya. Partai-partai dibeli dengan nilai puluhan miliar. Bahkan harga perahu dinaikkan tiga kali lipat.

Partai saling cakar-cakaran. Bahkan sudah menyentuh perseteruan di akar rumput. Simak saja, Partai Anak Nakal, Partai Kutu Busuk yang saat ini masuk Bubu Mbak Pur, ricuh hingga ke akar rumput. Kebijakan petinggi partai di tingkat pusat, ditentang habis oleh akar rumput. Begitu juga yang terjadi di kubu Mustajab.  Partai Hati yang Luka, Partai Kutu Sapi mengalami keguncangan yang cukup serius.

Dibanding Mustajab, Hermanus, dan Ronald, kubu Juned yang paling sewot dengan tema dan aksi antikandidat Boneka Cukong. “Kalau Boneka, masih bisa diajak tidur bersama, kalau Juned itu  Orang-Orangan Sawah, bergerak kalau Mbak Pur menarik talinya,” ungkap Patinasaromli, sekretaris Partai Gergaji dihadapan ribuan kader.

Jangan heran, Juned memang paling banyak diutak-atik blunder-nya. Cukongnya, Mbak Pur, merupakan sosok yang paling bertanggung jawab atas penderitaan puluhan tahun rakyat di sekitar berdirinya Pabrik Permen. Selain itu, Mbak Pur juga paling bertanggungjawab atas krisis listrik yang terjadi bertahun-tahun di seluruh Kawasan Pabrik Permen.

“Jika Pabrik Permen berniat baik, ratusan miliar uang yang dihambur-hamburkan untuk memperkenalkan Juned, lebih bermanfaat digunakan untuk menyelesaikan pencaplokan tanah warga, tanah ulayat, bahkan tanah konservasi yang dimasukkan kedalam HGU,” kata Deden Kustanto, ahli hukum pertanahan.

Belum redam tema antikandidat Boneka Cukong, Juned digoyang lagi. Soal keterkaitan Juned pada kasus selingkuh pembayaran honor yang statusnya tinggal menetapkan tersangka, diungkit.  Menurut mantan kuasa hukum Juned,  kliennya tinggal ditetapkan sebagai tersangka. Tapi Mbak Pur menyiram Armanta Kesuma di pusat, hingga membeku.

Kemudian, akal-akalan petinggi Partai Anak Nakal yang menggiring Hasan Hasan  sebagai wakil Mustajab, padahal sudah di set-up menjadi wakil Juned, terbongkar. Eskalasi ketegangan di antara kader dan fugnsionaris  Partai Anak Nakal meningkat. Sementara angin dukungan Partai Kutu Busuk justru bertiup kencang ke kubu Mustajab.

Kubu Ronald, walau berada di zona Degradasi, sementara ini cukup senang dengan hasil jajak pendapat yang berpihak kepadanya.  Isu yang ditimpakan pada Ronald bersifat personal, selain dinilai belum berhasil menepati janji-janji yang dicanangkan sebelumnya, kurang berdampak.

Di atas permukaan –wilayah resmi yang bisa diakses media massa– persaingan sengit di antara mereka tak kelihatan. Tapi, kini, para pejabat tinggi partai gerah karena pertarungan mulai memasuki “wilayah terlarang” dengan memanfaatkan sumber-sumber intelijen dan garis kekuasaan. Ancaman-ancaman dilakukan hingga tingkat pejabat di pedesaan.

Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi, bahkan untuk satu dua bulan ke depan. Soalnya, banyak peristiwa serba kebetulan akhir-akhir ini. Peristiwa yang diwarnai saling silang isu dengan akhir yang sama: teka-teki silang.