GAGASAN
Yusuf Yazid (helmi/pin)
14/11/2017 12:14:49
338

Episode 28: Juned Bisa Gesek-gesek Mbak Pur

Harianlampung.com - Siapa bakal calon gubernur yang paling banyak mengeluarkan uang ditengah pasar bebas melakukan kampanye? Tentu semua tahu jawabannya Juned. Darimana dana sosialiasi Juned yang begitu banyak? Pabrik Permen. Mengapa Pabrik Permen mau menggelontorkan ratusan miliar ke Juned? Selain uangnya hasil rampasan tanah rakyat, juga karena rasa cinta Mbak Pur terhadap Juned.

Akan berhasilkah Juned jadi gubernur? Tak akan jadi, ujar Dul Gedebar. Kenapa? Siapa yang kenal Juned. Yang sudah punya prestasi saja belum tentu menang, apalagi cuma jadi Kacungnya Pabrik Permen. Ramainya hore-hore Juned, tak akan menghasilkan apa-apa. Pertarungan Pilgub merupakan persaingan sengit antara Hermanus dan Ronald, begitu hasil survey yang banyak dilakukan lembaga jajak pendapat di pusat kekuasaan

 “Ah, itu kan hasil kalkulasi kamu?” sergah Dul Remos.

“Gua kan punya data empat lembaga jajak pendapat,” balas Dul Gedeber.

“Jangan anggap enteng Juned. Uangnya banyak. Sekarang saja sudah lebih dari 200 miliar dikocorkan Mbak Pur,” jawab Dul Remos.

“Juned sih enteng, Guntur dan Mbak Pur yang berat,” timpal Dul Gedeber.

“Yang beratkan dosanya plus koper-koper duitnya,”balas Dul Remos.

“Jika sampai Juned jadi gubernur, itu kutukan buat rakyat dan pemimpin partai,” ujar Dul Gedeber.

“Kog begitu?” tanya Dul Remos.

“Ya begitu. Yang buat lolos kan partai, yang milih kan rakyat,” ketus Dul Gedeber.

Tak semua analisa dan cemoohan seputar bakal calon gubernur di Kawasan Pabrik Permen merupakan kampanye hitam. Sebagian lebih bermaksud menghibur daripada menyakiti.

Lupakan dulu langkah jor-joran Mbak Pur menggelontorkan uang puluhan miliar untuk memperkenalkan kehebatan Juned dan Pabrik Permen. Sementara sumber uang bermiliar-miliar yang dihamburkan menjadi pertanyaan publik. Ironis, bila dibandingkan dengan kondisi rakyat yang puluan tahun hidupnya menderita dan terjajah.

Sekarang, simak informasi yang berhamburan melalui  jejaring media sosial, grup-grup WA, Telegram, hingga di media konvensional dan online. Tak ketinggalan juga melalui  perdebatan di forum-forum diskusi. Terkini, JIKA KALAH:

Mustajab jadi  Komandan Ronda, Juned tetap untung,dapet Mbak Pur, Hermanus jadi mandor jembatan layang, Ronald buat Warung Kopi, Gundala akan rajin ngurus cucu.

Entah dari mana sumbernya, pesan singkat semacam itu beredar sejak pekan lalu. Seperti virus, ia menyebar ke mana-mana. Media cepat saji yang digunakan umumnya ponsel dan internet. Puluhan mailing list, grup WA, Telegram  atau berbagai kelompok diskusi dunia maya selalu saja disusupi “tamu tak diundang”. Apalagi, kalau bukan membawa “barang dagangan” alias kampanye.

Tak banyak orang tahu jika Mustajab punya lagu favorit Maju Tak Gentar karena pencalonannya ia menyukai lagu I Believe I Can Fly. Gundala kali ini lebih suka lagu Beatles, Don’t Let Me Down. Hermanus kelihatannya memilih tembang Elvis Presley, It’s Now or Never. Ronald jatuh hati pada album dangdut Basofi Sudirman, Tak Semua Lelaki. Juned, yang sempat belajar bernyanyi dengan sebuah kelompok musik, kabarnya menyukai lagu pop lokal, Lupakan Saja.

Sementara Mbak Pur begitu senang. Dia bilang begini: Haiyaaa … telnyata meleka suka duit gua aja, cuma  Juned yang sikit-sikit bisa gesek gua.

Dilain sisi juga beragam tagline dan jargon-jargon turut menyerbu lini massa. Mengapa dalam kampanye, cagub-cagub senang membodohi rakyat? Sebab kalau pintar rakyat tak akan pilih cagub. Orang pintar pilih Tolak Angin.

Mengapa cagub dari Partai Kutu Sapi  kampanye selalu ramai? Bisa dimengerti, setiap suami membawa empat istri.