GAGASAN
Yusuf Yazid (helmi/pin)
03/12/2017 14:42:41
2623

Episode 36: Sebelum Mbak Pur, Ada Vero

Harianlampung.com - Sifat pongah manusia memang dilarangan, perlu dihilangkan. Berawal dari sifat pongah, muncul skandal antara Juned dan Vero. Jejaring sosial hituk pikuk. Tadinya tersimpan rapat, kini tabur menyeruak, masuk ke Ruang Publik. Hasil panen atas sifat yang kerap disebut jump to conclusion.

Selasa 31 Agustus 2009 akan menjadi saat tak terlupakan bagi Juned. Selain kebugaran fisik tetap  prima, pelampiasan hobby Jajannya pun menemui muara.  Namun, sejak gelora Juned ikut pada kontestasi Pilgub, hobby “Jajan” terungkap ke Ruang Publik. Bukan apa-apa, ditengah upaya gencarnya mengeksploitasi “JajanIntim” Ronald bersama Shanti di mana-mana, kini “JajanIntim” Juned bersama Vero terungkap.

Informasi tentang Vero menyeruak deras memasuki jejaring sosial media. Selain tentang status pribadi, foto-foto Vero dengan berbagai pose pun tersebar kemana-mana. Semua berawal dari kepongahan Tim Hore Juned, Ketua Wartawan Rangkap Calo (WRC) Supriyanto Mangoh dan Ketua Akar Rumput Go-Kart, Yahudi.

Seperti apa ceritanya? Sekelompok kuli tinta berbincang kosong, ngalor ngidul. Dalam perbincangan itu, sebut saja Nisrudin nyeletuk tentang Vero. Secara cepat Supriyanto Mangoh menukas, celetukan itu merupakan order lawan politik Juned. Sontak Nisrudin terkejut, melihat reaksi Supriyanto menuding lawan politik Juned. Sebab, Nisrudin tidak pernah berhubungan, apalagi di perintahkan oleh lawan politik Juned. Sebuah cermin sikap pongah, tak mengetahui apa-apa, lantas menyimpulkan. Main tuding,  jump to conclusion.

Telisik punya telisik, ternyata Nisrudin mendapat kabar tentang Vero, berawal dari perbincangannya dengan beberapa wartawan. Kabar tudingan Supriyanto jadi berkembang di kalangan wartawan. Naluri Nisrudin terpacu. Bersama seorang wartawan perempuan, dilakukanlah perbincangan dengan Yahudi. Jawaban Yahudi membuat mereka tersentak. “Cari aja. Soal Vero mah udah selesai. Sudah dituntaskan,” kata Yahudi.

Dua pernyataan Tim Hore Juned tadi, memicu adrenalin Nisrudin dan kawan-kawan untuk memburu Vero. Siapakah Vero?

Begini kisahnya. Perempuan bertubuh sintal ini mengakui keintimannya bersama Juned. “Abis gua suntik, ya gantian dong,” celetuk Vero kepada rekan seprofesinya. Bila dibanding dengan Mbak Pur, wajah mereka beda tipis, 11 – 12. Hanya, postur tubuh Vero berukuran besar dan padat, bila dibanding Mbak Pur.

Perkenalan Vero bersama Juned, berawal dari hobby Juned merawat kebugaran. Suntik Vitamin C dan B-Kompleks. Sekali kali di booster vitamin penambah tenaga. Sebagai pemandu unit pelayanan kebugaran di sebuah rumah sakit, Vero bertugas mendampingi Juned. Keakraban mulai terjalin, berawal dari perbincangan ngalor-ngidul. Masih dalam batas perbincangan antara pria dan perempuan dewasa di dalam ruangan perawatan.

Awalnya Juned disuntik vitamin hanya satu bulan sekali. Belakangan, hobby disuntik ini bertambah rapat frekwensinya, jadi satu minggu sekali. Juned beralasan, tubuhnya terlalu lelah karena berolahraga setiap Sabtu atau Minggu. Menyabet bola di lapangan rumput.

Ternyata, perubahan frekwensi ini dipengaruhi oleh prilaku keduanya yang berubah. Tadinya Vero yang menyuntik Juned dengan vitamin, belakangan bergantian, Juned melakukan hal yang sama terhadap Vero. Berbagi rasa dan pelayanan, saling memasukkan vitamin, saling suntik.

Waktu terus berjalan. Frekwensi saling memberi vitamin terus terjalin. Bila Vero tetap bertugas di unit pelayan rumah sakit, prosesi saling suntik jadi terhalangan. Pasalnya Vero juga harus melayani pasien lain. Syaitan lebih keras lagi berbisik dan memberi bumbu atas hobby Juned. Mulailah rasa cemburu Juned bergelora. Jangan-jangan nanti Vero disuntik pasien-pasien lainnya.

Juned menyusun siasat. Melalui jejaring kekuasaan yang dimilikinya, ketika itu, Vero terkena mutasi. Pindah ke satuan catat mencatat penduduk. Namun masih di lingkup tata praja di Kawasan Pabrik Permen. Ketika cerita ini terungkap, setidaknya ada tiga nama Vero yang bekerja di satuan kerja ini. Hanya saja, ada satu Vero yang sudah tak jelas statusnya. Sebab jarang masuk kantor. Inikah yang dimaksud oleh Yahudi, bahwa Vero sudah diamankan? Entahlah. Selamat berakhir pekan.