GAGASAN
Yusuf Yazid (helmi/pin)
08/12/2017 15:16:35
3561

Episode 38: Kontestasi Antara Mbak Pur, Vero,dan Shanti

Harianlampung.com - Desember 2017 menjadi saat yang penuh makna bagi para calon gubernur di Kawasan Pabrik Permen. Setelah Mustajab, kini Ronald menjadi pemegang surat sakti. Keduanya resmi diusung oleh partai masing-masing sebagai calon gubernur. Sementara Juned dan Hermanus, masih menunggu asa, hanya sebatas pemegang surat tugas partai.

Daya tawar politik Mustajab dan Ronald, kini relatif sama dalam menjalin koalisi bersama partai lain. Sama-sama sebagai pemegang mandat calon gubernur. Mustajab resmi diusung Nasi Goreng Adem, sementara Ronald diusung Demikianlah. Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal masing-masing secara meyakinkan mengusung keduanya.

Nasi Goreng Adem, Kutu Sapi, dan Hati yang Luka, memang hingga kini mengusung Mustajab. Selain dialog serius dalam menentukan Wakil, potensi keretakan pada koalisi Mustajab juga bersumber dari gerilya Juned dan Ronald.

Juned dan Ronald sama-sama menggerilya Partai Hati yang Luka untuk diajak berkoalisi bersama mereka. Ronald melakukan manuver ke petinggi Nasi Adem yang kini bercokol menjadi pejabat tinggi. Tawarannya praktis, adik atau anak mereka dijadikan wakilnya Ronald. Tentu saja, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pertarungan sudah memasuki ranah harkat dan martabat partai, bukan lagi soal uang. Bila ini jadi kenyataan, Mustajab bisa hilang dari arena kontestasi. Mampukah Mustajab menemukan solusi?

Disisi lain, pada kontestasi penggalangan koalisi, posisi tawar Ronald lebih kuat dibanding Juned. Mengapa? Juned baru sebatas pemegang surat tugas Go-Kart. Itupun baru sebatas ditandatangani ketua harian (tidak syah bagi penyelenggara). Ditambah lagi adanya tsunami politik di pusat Go-Kart. Setan November, pelindung Juned, dipastikan lengser dari kekuasaannya. Tentu saja, para petinggi yang baru, tak ingin dilekatkan sebagai kacungnya Pabrik Permen.

Demikianlah, Pas-Pasan sudah siap mengusung Ronald. Hanya butuh dua kursi lagi agar Ronald bisa melaju. Hati yang Luka, Kutu Busuk, dan Gergaji, tampaknya menjadi pilihan Ronald. Bila ini terjadi, akan muncul persoalan dalam menentukan Wakil. Apakah Ronald tetap bertahan dengan pasangan saat ini yang memang elektabilitasnya cukup tinggi? Atau ada pasangan lain? Pilihan terhadap wakil, tentu saja berlandaskan pada niatan untuk memenangkan kontestasi. Bukan hanya sekadar ikut kontestasi. Komunikasi politik intens menjelang hari-hari akhir, perlu dilakukan dari hati-kehati. Meninggalkan arogansi dan gengsi yang tak juntrungan.

Bagaimana dengan Mbak Pur? Runyam. Padahal Juned keliling bersosialisasi sendiri, ditengah sepinya sosialisasi para kandidat lainnya. Namun tingkat elektabilitas, bahkan popularitas Juned tetap tak naik. Juned hanya dilirik karena faktor uang. Tidak untuk dipilih.

Sudah kepalang basah. Bagi Mbak Pur dan Guntur, semua ini menyangkut eksistensi Pabrik Permen. Tak akan surut melangkah. Guna mempertahankan Juned diusung Go-Kart, Mbak Pur, melalui Juned sudah mendistrubusikan empat koper ukuran medium ke para petinggi Go-Kart. Ada yang melalui Nusrodin di Hotel Muliawan, ada juga yang diterima Fredom Lalala di warung kopi Juned-Juned, juga di kawasan Senayan.

“Soal Vero aku tahu. Tapi aku bisa maklum, karena sebelum sama aku,” ujar Mbak Pur sembari memperbaiki letak duduknya.

“Fitnah itu bun.. Semua itu kerjaan kaki tangan Ronald. Memang ada juga peran orang dalam kita,” jawab Juned.

“Nggak apa-apa. Bagaimana kerjaan kamu soal Shanti?” tanya Mbak Pur.

“Ada kader yang memang tahu soal itu. Bunda juga kenal. Tugasnya khusus mensosialisasikan. Brosur sudah banyak ditebar,”jawab Juned.

“Kamu juga perlu antisipasi. Soal kita dan Vero pasti jadi hambatan,” balas Mbak Pur.

Upaya Mbak Pur mem-back up Juned, sangat erat kaitannya dengan koalisi sementara. Ada Partai Kutu Busuk, Partai Anak Nakal, dan Partai Gergaji. Apa yang akan terjadi dalam koalisi Pabrik Permen, bisa dibayangkan, bila Juned tak diusung sebagai calon gubernur dari Go-Kart. Tabui Tayar.

Terlepas dari badai politik yang menerpa Go-Kart. Bila merujuk pada kondisi elektabilitas Juned saat ini, Kutu Busuk, Anak Nakal, dan Gergaji sejatinya sudah menyiapkan rencana alternatif. Sesama petinggi partai kerab melakukan berbagai pertemuan. Inti bahasan cuma satu, merujuk seluruh data dan fakta yang ada di masyarakat,  partai tak ingin mengusung calon yang jadi pecundang. Lebih jauh dari itu, para petinggi juga tak ingin mengusung calon koplo, sebagai boneka cukong.

Bagaimana dengan Hermanus? Langkah Jacki Chon, begitu banyak kalangan menyebutnya, hingga kini berjalan landai. Kesibukan serius terjadi, ketika membahas sosok yang akan menjadi pasangan Hermanus, sebagai calon wakil gubernur. Jika soal kesiapan logisitik, tak jadi persoalan. Apakah Hermanus akan dikawinkan dengan pihak eksternal, atau internal? Kajian dan investigasi lapangan terus dilakukan. Namun ada sebuah kejutan, nama Umarudin Ahmadi yang kini menjadi Bupati di ujung Pabrik Permen muncul kepermukaan. Menjadi nominator pasangan Hermanus.

Ditengah rasa dag-dig-dug menanti permainan partai politik mendeklarasi pasangan kontestan, ada dua isu penting yang menyeruak kencang di Ruang Publik. Bahkan hampir merata di seluruh penjuru kawasan. Itu tercermin pada diskusi setengah publik yang dilakukan para politisi lintas partai. Penista Agama dan Penista Perempuan. Siapa yang akan terkena imbasnya?