GAGASAN
Yusuf Yazid (helmi/pin)
14/12/2017 02:56:08
4017

Episode 39: Restu Mbak Pur, Juned Sunting…

Harianlampung.com - Tujuh puluh lima hari sudah berlalu. Pertarungan memperebutkan partai untuk diajak berkoalisi belum berakhir. Partai koalisi sementara yang digenggam Pabrik Permen gundah. Pasalnya, secara sepihak (sebetulnya memang tujuan awal) Mbak Pur memutuskan Juned berpasangan dengan si Nyonya Centil dari Partai Kutu Busuk. Sementara Anak Nakal dan Gergaji, bila dihitung dengan proporsi kursi, merupakan partai yang berhak mendampingi Juned. Selesaikah?

Tentu masih terlalu pagi untuk meresmikan pasangan Juned dan Si Nyonya Centil. Walaupun sudah diawali melalui setting survey pesanan yang menempatkan Si Nyonya Centil sebagai kandidat top untuk menjadi cawagub. Mengapa?

Eksistensi Juned sendiri untuk diusung Go-Kart sebagai calon gubernur, masih diragukan. Bencana yang menimpa pusat kekuasaan Go-Kart sangat erat kaitannya dengan peresmian Juned untuk dicagubkan Go-Kart. Setan November, sejak awal memang merupakan pendukung utama Juned. Sementara acara kumpul-kumpul luar biasa Go-Kart minggu mendatang, merupakan proses penyingkiran gurita-gurita Setan November.

Membaca situasi genting di pusat Go-Kart, Guntur mengambil langkah cepat. Mengutus Agus Mantok (lengkap dengan isi koper) yang memang dikenal dekat dengan Air Hartawan, pengganti Setan November. Berhasilkah Agus Mantok memuluskan Juned sebagai cagub Go-Kart? Monggo disimak.

Mbak Pur tak diam. Proses penghancuran Ronald terus dilakukan. Juned meminjam tangan kaki tangan Hermanus, menggerus Ronald. Berlatar plesetan Si Nyonya Centil bersekutu dengan Ronald, isu Shanti kembali ditiupkan. Sementara tema tentang perampok tanah warga oleh Pabrik Permen dan isu Vero, dibiarkan berlalu.

Dilain sisi, karena upaya Mbak Pur merontokkan Ronald dari Partai Demikianlah dan menggoyang  Mustajab bersama Partai Hati yang Luka, serta mengguncang Hermanus di Partai Duan Itunya Pepaya mendapat sandungan, kini Partai Pas Pasan digunting Mbak Pur agar berpisah dari Ronald. Sehingga Ronald tinggal sendiri, hanya dengan Partai Demikianlah.  

Menjadi sebuah kewajaran, manakala Mbak Pur dan kacung-kacungnya berkolaborasi kemana-mana untuk merontokkan Mustajab dan Ronald. Sebab hanya mereka yang sudah resmi sebagai pemegang mandat partai untuk diusung sebagai cagub. Sementara Juned dan Hermanus masih terbelit banyak persoalan di pusat partai.

Yang menarik, gempuran bertubi-tubi terhadap benteng pertahan Ronald terus dilakukan. Inilah kemudian yang melahirkan beragam tanda tanya: Loloskah Ronald menjadi peserta kontestasi? Itulah kemudian, timbul kepentingan dengan tujuan yang sama: Menjadikan Ronald musuh bersama. Berhasilkah? Setidaknya survey sudah menghasilkan tingkat elektabilitas Ronald pada posisi paling bawah. Benarkah? Jangan-jangan ada yang terjebak skenario sendiri?

Memang kali ini, Pilgub di kawasan Pabrik Permen penuh dinamika dan tipu muslihat. Bukan adu cerdas bermain politik. Ada yang terlupa dan terlena atau memang tidak paham, bahwa kontestasi Pilgub kali ini, bukan merupakan pertarungan antara Mustajab, Juned, Ronald, atau Hermanus. Namun pertarungan antara Pabrik Permen melawan pabrik-pabrik lainnya. Siapa cerdas akan bertahan. Lantas siapa pada Januari mendatang yang masuk gelanggang?