GAGASAN
Yusuf Yazid (helmi/pin)
18/12/2017 00:23:24
4779

Episode 40: Mbak Pur dan Kegalauan Para Cagub

Harianlampung.com - Menjelang penghujung tahun, detak jantung para calon gubernur di Kawasan Pabrik Permen meningkat tajam. Janji-janji berikut Kadu berkoper-koper (tentu berikut isinya) sudah diumbar. Namun kepastian tak jua datang. Seperti apa posisi mereka? Apa yang sedang terjadi?

Ulat Bulu bukan hanya merambat di atas kepala Juned, juga melanda kepala Ronald, Mustajab, dan Hermanus. Hanya berbeda dalam pola dan tentu juga rasa. Saling silang memastikan  perahu-perahu dalam genggaman yang kian bergoyang.

JUNED, wayangnya Pabrik Permen, dan calon partai koalisi guncang. Selain karena keangkuhan mengelola anggota koalisi, juga para petinggi Partai Kutu Busuk, Partai Gergaji, dan Partai Anak Nakal  menuntut kepastian. Apakah Partai Go-Kart akan mengusung Juned? Ini tak mendapat jawaban. Apalagi hasil survey lembaga yang dipesan Juned, PollBus, dalam dua kali jajak pendapat, hanya menempatkan tingkat elektabilitasnya pada ranking 4 diantara 5 kandidat calon gubernur. Dan potensi Juned tersingkir sangat besar, menyusul keputusan Air Hartawan, pengganti Setan November menganulir keputusan yang sudah dibuat untuk calon gubernur dan pasangannya di Barat Jawa.

MUSTAJAB juga mengalami hal serupa. Tak jauh berbeda dengan Juned. Sesuai permintaan Mustajab, Partai Hati yang Luka sudah mengunci secara sempurna, menyandingkan bersama Hasan Hasan. Belakangan, keputusan yang dikeluarkan Hati yang Luka, justru jadi bumerang. Partai Kutu Sapi mengancam. Mereka membuka lembaran lama, mempertanyakan kesepakatan bahwa kader Kutu Sapi yang patut jadi wakil Mustajab. Dilema. Tak mudah untuk mengubah keputusan Hati yang Luka. Malah potensi untuk hengkang, kian terbuka.

HERMANUS yang akan diusung Partai Daun Itunya Pepaya, memang tak memerlukan koalisi. Cukup jalan sendiri. Belakangan Hermanus diminta untuk mencari partai koalisi. Tawarannya adalah sebagai calon wakil gubernurnya Hermanus. Muncul nama Ando Sirkulasi yang belakangan menjadi kader Hati yang Luka. Selain itu, kader Nasi Goreng Adem, Andeci Tombaksakti juga menguat, sebagai pendamping Hermanus.

Disisi lain, posisi Hermanus sebagai calon gubernur, juga mendapat goyangan serius. Nama Ronald muncul sebagai cagub dan Hermanus berubah posisi menjadi cawagub. Bila terjadi sesuatu yang luar biasa, tarik menarik yang kuat, Ronald akan berpasangan dengan Umarudin Ahmadi atau Hermanus dengan Umarudin Ahmadi, diusung Partai Daun Itunya Pepaya.

RONALD hingga kini baru berkoalisi dengan Partai Pas Pasan, masih memerlukan tambahan kursi. Bila dilihat bentangan informasi di Ruang Publik, Ketua Partai Demikianlah ini dinilai tak bisa mengikuti kontestasi. Sebuah kalkulasi yang lebih banyak kelirunya.

Sikap Ronald yang anteng-anteng menghadapi kekurangan kursinya, tentu tak bisa dianggap sesuatu yang biasa. Selain kuncian di Partai Itu Daunnya Pepaya, bisa jadi Ronald menggenggam komitmen dari partai lainnya untuk berlayar bersama. Diduga, untuk menggenapi, bahkan melebihi ambang batas persyaratan, Gergaji, Kutu Busuk, Anak Nakal, Kutu Sapi, bahkan Go-Kart akan bergabung bersama Partai Demikianlah. Secara etik, hanya menunggu kepastian Partai Itu Daunnya Pepaya.

Ditengah kepusingan para cagub, terlontar pernyataan politik yang mengejutkan. Si Nyonya Centil menyatakan pamit kepada rakyatnya, ingin maju pada kontestasi Pilgub. Seperti sudah ditengarai,  Nyonya Centil tak mampu mengendalikan syahwatnya dan para cagub jadi tertarik. Yang paling nafsu adalah Juned, sebelumnya Mustajab, juga Ronald.

Mengapa Si Nyonya Centil jadi laris manis? Secara prestasi, sebenarnya belum ada apa-apanya. Rakyatnya diujung timur sana, justru protes dengan kebijakan-kebijakan yang diambil selama ini. Begitu banyak kegiatan, yang menghaburkan miliaran uang rakyat, hanya digunakan untuk kegiatan upacara belaka. Tidak ada dampaknya bagi kehiduoan rakyat disana. Contoh terkini adalah hajatan Gajah-Gajah. Melulu hanya ingin mempopulerkan dirinya. Bahasa kampungnya, pencitraan.

Lantas apa? Menjadikan Si Nyonya Centil sebagai calon wakil gubernur, selian dianggap Partai Kutu Busuk akan aman dalam koalisi, juga  petinggi Kutu Busuk, Cak Lelek begitu sayang dengan Nyonya Centil. Sehingga Cak Lelek akan all-out untuk memenangkan Ibu beranak satu (warga sempat mempertanyakan siapa bapaknya) ini.

Pertanyaannya kemudian, dari fragmen diatas,  berapa pasang peserta kontestasi Pilgub di Kawasan Pabrik Permen mendatang? Seperti apa Mbak Pur akan mengambil posisi? Main satu kaki, dua kaki, atau tiga kaki?

Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi, termasuk para cagub. Banyak peristiwa serba kebetulan. Isu menyeruak saling-silang, digoreng para petualang. Yang pasti, hasil Pansus Pabrik Permen sudah menjadi pelototan lembaga rakyat diberbagai strata. Sebuah masalah serius, diluar kontestasi Pilgub.