GAGASAN
Yusuf Yazid (helmi/pin)
14/1/2018 12:39:18
2513

Episode 46: Cara Mbak Pur Memecah Gelombang

Harianlampung.com - Kejutan demi kejutan terjadi dalam perjalanan kontestasi Pilgub di Kawasan Pabrik Permen, bahkan hingga menit-menit terakhir. Gerilya politik total football yang dilakukan Mbak Pur dan kroninya (kekuasaan, uang, dan jaringan ) untuk mendegradasi Ronald, gagal. Dan malah melahirkan kejutan, Bachrul Bermawi tertimpa kebun Durian matang, dipasangkan dengan Ronald.

Memang, secara beruntun, banyak pihak melakukan manuver-manuver politik di pusat kekuasaan  Gergaji. Semua ditujukan demi mengganjal Ronald, juga Gundala. Pernyataan Sang Begawan Yahud pada Minggu, 7 Januari, bahwa Ronald bergandeng tangan bersama Hasan Hasan, mengandung unsur spekulasi. Pasalnya, Partai Anak Nakal belum memberikan keterangan tertulis.

Pada bentangan waktu tersebut, perangkap-perangkap politik dimainkan Zainuri Habib, boss Anak Nakal. Usai sholat Jumat, 5 Januari, Zainuri bersama jajarannya menggebu-gebu memaparkan kesiapan untuk maju bertarung dalam Pilgub. Berpasangan dengan Gundala. Sebuah pembicaraan politik dilakukan. Zainuri memaparkan tekad dan kesiapannya.Adanya dana 400 M siap digelontorkan, lantas pembagian wilayah pertempuran. Disini Zainuri menegaskan, bahwa surat mereka untuk Ronald belum dibuat partai.

Usai pertemuan, Gundala merenung. Mengapa Zainuri begitu serius? Ada apa? Apa benar Anak Nakal akan hengkang dari Juned? (walau secara publik sudah dilakukan). Ah, lihat saja apa maunya Zainuri. Toh Gergaji sejak minggu terakhir Desember 2017, sudah ditasbihkan ke Ronald. Itu pula yang menjadi alasan kuat Gundala menolak mentah-mentah hamparan 30 M yang digotong Irfudin Jafron bersama Wendra Mukti, pada akhir Desember 2017.

Ternyata Zainuri, malam harinya (Jumat malam) bercengkrama bersama Mbak Pur. Keduanya melakukan dialog-dialog strategis. Lantas keesokan harinya, Zainuri terbang kembali menuju kawasan Pabrik Permen. Menghadiri pertemuan bersama Irfudin Jafron, kaki tangannya yang nempel di kubu Juned. Tujuannya hanya satu, menegaskan  bahwa Anak Nakal tetap berada di kubu Juned dan berupaya membawa Gergaji kembali ke Go-Kart.

Nun jauh sebelumnya, sejak Gundala mencanangkan hasrat tidak ingin bergandeng tangan bersama Juned, Guntur marah besar. Pemilik Pabrik Permen ini tidak tinggal diam. Lobi-lobi teratur terhadap sahabatnya, Hasyrul Joyokumara dilakukan secara habis-habisan. Tujuannya utamanya memenggal Gundala dari kursi kekuasaan Gergaji.

Entah kenapa, gerakan Guntur ternyata tidak sendirian. Ada gerakan serupa yang dilakukan sekelompok pihak lainnya yang melibatkan kalangan internal Gergaji. Sebuah kerja politik tanpa saling berkoordinasi, namun bertujuan sama. Pada titik ini, jalur informasi Gundala tertutup kabut tebal. Hasil kerja mereka tercapai. Keputusan Gergaji menyandingkan Ronald bersama Hasan Hasan, pada 5 Januari tanpa sepengetahuan Gundala.

Pada kesempatan krisis dan kritis (Anak Nakal belum mengeluarkan SK), usai  Sang Begawan Yahud mengumumkan pasangan jagoannya pada 7 Januari,  malam harinya Zainuri sulit dihubungi. Telpon Zainuri off selama dua hari berturut-turut. Sementara gaung Poros Baru (Anak Nakal – Gergaji) sudah bertiup kencang. Cilaka. Posisi Ronald terancam. Anak Nakal hengkang.

Pada titik ini, Gundala dan Ronald mengalami kepanikan. Setidaknya dimulai pada Senin pagi, 8 Januari. Gergaji sudah mengeluarkan surat keputusan Ronald – Hasan Hasan, sementara Anak Nakal hengkang dari Ronald. Kemudian kubu Zainuri meniupkan terompet sangkakala, big bos Anak Nakal sedang melakukan lawatan ke luar negeri. Kembali pada 9 Januari malam. Lantas, Ronald dan Juned secara serentak menunda pendafataran pada 9 Januari. Tentu Juned, selain menunggu perbaikan surat dari Go-Kart, juga  menunggu surat dari Anak Nakal. Sementara Ronald menunggu proses perbaikan berbagai surat dan tanda tangan. Keduanya memutuskan melakukan pendaftaran pada hari terakhir, 10 Januari.

Dari kemelut diatas, Mbak Pur bahagia, berhasil menaklukkan kembali Anak Nakal. Jagoannya diusung tiga partai. Yang luput dari dugaan Mbak Pur, Ronald mendapatkan solusi. Gergaji tetap komit berada di kubu Ronald.

Perdebatan soal menentukan pasangan Ronald, memang menimbulkan banyak spekulasi. Pada titik krusial ini, berbagai dugaan dan penafsiran muncul kepermukaan. Mengapa Bachrul Bermawi yang sangat tidak disukai Pabrik Permen diputuskan petinggi Gergaji mendampingi Ronald? Mengapa tidak sejak awal dilakukan? Padahal Gergaji sebelumnya memasangkan Ronald bersama Hasan Hasan? Sulit untuk mencari jawaban yang pasti. Semua penuh spekulasi.

Terlepas dari semua alasan, kini para gerilyawan Guntur dan Zainuri sukses mengembangkan bahkan mempertajam benih ketidaksepahaman antara Ronald dan Gundala. Mereka tak ingin adanya keharmonisan, sebab Gergaji merupakan partai yang solid. Bahaya bila kedua tokoh partai ini kompak ketika menghadapi pertempuran. Menjadi ancaman serius bagi suksesnya pasangan Juned dan Nyonya Centil merebut kursi Ronald.

“Kamu atur dengan baik metode perang. Nusrodin bersama konsultan sudah aku turunkan,” ujar Mbak Pur.

“Kita sedang merapatkan barisan,” balas Juned.

“Ingat. Terlampau banyak pengkhianat dalam Go-Kart. Jangan terlalu banyak dilibatkan,” ujar Mbak Pur sembari meregangkan kaki, sebelum turun dari peraduan.