GAGASAN
Yusuf Yazid (helmi/pin)
08/2/2018 05:31:07
3375

Episode 49: Mbak Pur, Ada Ratu Mirasa

Harianlampung.com - Lembar ketiga puluh Buku harian Ratu Mirasa di tahun 2017 berbunyi: Aku baru saja bertemu dengan pria yang akan mempersunting diriku. Sebuah ungkapan singkat penuh keyakinan. Tak sedikit pun ada bayangan kelam untuk menatap masa depan.

Ratu tidak mengerti pada soal ramal meramal, tapi ketika membolak-batik halaman Dongkrak Digest, matanya terbenam pada Rubrik Perbintangan. Libra, kehidupan asmara anda terang benderang. Anda harus memberi perhatian pada suata kejadian baru yang akan menggairahkan hidup anda. Bintang yang cocok untuk hidup anda adalah Cancer. Hari ini akan anda kenang selamanya. Bersiaplah untuk menikmatinya. Bersiap-siap untuk menikmati apa? pikir Ratu sambil tersenyum masam. Ramalan Bintang cuma omong kosong. Ratu bekerja sebagai tenaga ahli di kantor Public Relation. Ada satu klien yang dijadwalkan untuk sore itu, seorang politisi. Inikah yang disebut hari yang patut dikenang?

Usia Ratu menjelang dua puluh empat tahun. Potongan tubuhnya tidak terlalu langsing dan menggairahkan. Penampilannya memikat dan berkesan eksotis: mata berwarna hitam, tulang pipi sedikit menonjol, serta rambut panjang dan lembut berwama hitam, yang ditata secara sederhana namun anggun. Salah satu temannya pernah berkata padanya, "Jika kau cantik dan punya otak, kau bisa menguasai dunia." Ratu berparas ayu dan ber-IQ 102, sedangkan selebihnya telah diatur alam. Namun ia merasakan kecantikannya sebagai beban. Kaum pria berlomba-lomba menggodanya, tapi hanya sedikit dari mereka yang berusaha mengenalnya secara sungguh-sungguh.

Selain dua ahli public relation, Ratu dan Marni merupakan dua perempuan lain yang menjadi pekerja disana. Pekerja prianya berjumlah tujuh orang. Dalam waktu kurang dari seminggu, Ratu sudah tahu bahwa ia lebih cerdas daripada semuanya. Tapi kenyataan tersebut sengaja tidak diungkapkannya secara terbuka.

Atasan Ratu sempat menggodanya. Namun ia cukup pandai menepis. "Kalau aku ditanya sekali lagi, aku minta berhenti." Atasannya langsung mundur. Tak berani mengambil risiko, sebab Ratu merupakan pegawai yang terlalu berharga.

Setelah bekerja seminggu, waktu rehat kopi, Ratu menatap para pria yang duduk didepannya. Membalas tatapannya tanpa tersenyum. Satu-kosong. Tanggal merah yang dijanjikan ahli nujum di koran, dimulai pukul sebelas pagi itu. Mat Raji masuk ke ruang kerja Ratu yang sempit. "Kita punya klien baru," Raji memberitahunya. "Dan kuminta kau yang menanganinya." Ratu memang selalu memegang klien yang istimewa daripada siapa pun di kantor itu. "Oke," "Siapa namanya?" Kau tentu sudah pernah mendengar nama Juned Kolojengking, kan?

Semua orang pernah mendengar nama Juned Kolojengking. Ia mantan pejabat dan kini tokoh partai setempat yang mencalonkan diri sebagai gubernur. Wajahnya terpampang pada billboard yang tersebar di mana-mana. la berusia sekitar 60 tahun, memiliki rekam jejak yang gemilang, dan dianggap sebagai pria paling aduhai di seluruh kawasan. Juned berwajah tampan. Rambutnya hitam, matanya berwarna gelap, masih tersisa potongan tubuh atletis, walau perutnya mulai membesar. Senyumnya penuh kehangatan. "Ya, aku tahu siapa dia. Apa yang harus kita kerjakan untuk Tuan Juned?" "Kita akan membantunya meraih jabatan gubernur. Dia sedang menuju kemari." Juned tiba beberapa menit kemudian. Namun la tak lebih menawan daripada foto-fotonya. la tersenyum hangat ketika diperkenalkan pada Ratu.

"Saya sudah mendengar banyak tentang Anda. Saya senang sekali Anda yang akan menangani kampanye saya." Juned ternyata sama sekali bukan seperti yang dibayangkan Ratu. Raut mukanya pasrah, membuat orang tak berdaya. Sejenak Ratu gelagapan. "Saya... terima kasih. Silakan duduk." Juned Kolojengking menarik kursi. "Sebaiknya kita mulai dari awal saja," Ratu  mengusulkan. "Kenapa Anda mencalonkan diri sebagai gubemur?" "Sederhana sekali. Daerah ini sangat indah. Kita tahu itu, sebab kita tinggal di sini, dan kita bisa menikmati keajaibannya.. Saya ingin mengubah citra itu. Kita memiliki potensi alam yang luar biasa. Inilah yang ingin saya beberkan pada seluruh dunia." Juned berbicara dengan keyakinan yang mendalam, dan Ratu langsung tertarik padanya. la teringat kolom astrologi tadi pagi. Bulan baru menerangi kehidupan asmara Anda. Hari ini akan Anda kenang selamanya sebagai tanggal merah. Bersiap-siaplah untuk menikmatinya…….