HUKUM
Polisi Suplai narkoba Ke tahanan (tomi/pin)
11/1/2017 20:33:47
0
69

Bripda Niazi Yusuf Divonis Satu Tahun, Majelis Hakim Dissenting Opinion

Harianlampung.com - Oknum anggota Sabhara Polresta Bandarlampung, Bripda Niazi Yusuf (27), terdakwa kasus penyuplai narkoba untuk tahanan, divonis hukuman satu tahun penjara oleh Majelis Hakim pengadilan Negeri Tanjungkarang, Rabu (11/1)

Mendengar putusan majelis hakim, terdakwa menyatakan pikir-pikir. Putusan itu lebih rendah dari tuntutan jaksa yang menuntut terdakwa selama dua tahun enam bulan.

Pada putusan itu Hakim anggota Syamsudin berbeda pendapat atau disseting opinion, karna menurutnya terdakwa terbukti melanggar pasal 114 ayat (1). "Berdasarkan keterangan dan fakta-fakta pesidangan terdakwalah yang mengedarkan narkotika jenis Shabu itu ke sel tahanan," kata Syamsudin.

Putusan yang dibacakan hakim ketua, Minanoer Rachmat menyatakan terdakwa dikenai pasal Pasal 127 Ayat (1) huruf a UU No.35/2009 tentang penyalah gunaan narkoba. Niazi terbebas dari tuduhan sebagai pengedar narkotika tersebut.

"Memutuskan terdakwa bersalah dan dijatuhi hukuman selama satu tahun penjara dikurangi masa tahanan," kata Maninaoer, pada sidang terbuka untuk umum, di ruang Garuda Pengadilan Negeri Tanjung Karang, Bandarlampung.

Menurut Hakim Ketua, terdakwa dibebaskan dari dakwaan pertama dan kedua, karna penilaian dari saksi-saksi yang dihadirkan majelis hakim tidak dapat menerima kesaksiannya. "Saksi-saksi yang dihadirkan dari awal di BAP dan saat persidangan dalam keterangannya selalu berubah-ubah," katanya.

Lebih lanjut Minanoer Rahmat meminta agar barang bukti tidak dimusnakan dan dilakukan penyelidikan kembali untuk mengetahui siapa yang mempunyai barang tersebut.

Diketahui, perbuatan itu berawal pada 4 Mei 2016, sekira Pukul 21.00, Resti, penghuni tahanan, dibesuk seorang lelaki yang ternyata datang membawa sabu-sabu seberat 1 gram. Hal tersebut dilaporkan kepada teman seruangannya, yaitu Winda, Nita, Erna, dan Ayu, untuk mengusulkan agar patungan membeli sabu-sabu.

Kemudian Resti, Winda, dan Nita patungan dengan total Rp200 ribu untuk membeli barang haram tersebut. Namun, pada saat itu terdakwa Niazi yang sedang piket malam menjaga sel tahanan mendatangi Winda, sehingga Winda meminta tolong kepada terdakwa untuk membelikan sabu-sabu seharga Rp100 ribu.

Kemudian, Winda, Ayu, Nita, dan Resti menggunakannya dengan mengisap sabu-sabu bergantian yang masing-masing mendapatkan jatah dua kali isapan. "Perbuatan itu kembali dilakukan terdakwa dengan memesan satu paket sabu-sabu seharga Rp500 ribu," ucapnya.

Keesokan harinya, Jumat (6/5), tahanan dirazia dan ditemukan satu bungkusan berisi sabu-sabu dari pakaian dalam Winda. Kelima penghuni ruangan tersebut dibawa ke Satuan Reserse Narkoba. Berdasarkan hasil pemeriksaan, diketahui barang haram tersebut didapatkan para penghuni tahanan dari terdakwa Niazi sehingga ikut tertangkap.
(tom/jun)
Komentar (0)
Belum ada komentar
Silakan tulis komentar Anda. Bagian yang bertanda * harus diisi