HUKUM
Ilustrasi (pin/dok)
11/1/2017 21:09:08
305

Polisi Tembak Aktor Utama Kerusuhan HTI Register 44 Maret 2016

Harianlampung.com - Sepuluh bulan buron, Irawan tato (30), aktor utama kerusuhan di areal Hutan Tanaman Industri (HTI) Register 44 Kecamatan Gunung Terang, Kabupaten Tulangbawang Barat pada 13 Meret 2016 lalu akhirnya diringkus Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polres Tulangbawang, Senin (9/1/2017) dini hari.

Irawan Tato (30), warga Kampung Terang Agung RT. 04 Kecamatan Gunung Terang Kabupaten Tulangbawang Barat, itu selama ini bersembunyi di Kampung Kayu Agung, Kecamatan Pagar Alam Utara, Kato Pagar Alam, Provinsi Sumatra Selatan. Irawan terpaksa dihadiahi timah panas di kedua kakinya, karena melawan petugas saat akan ditangkap.

Kapolres Tulangbawang AKBP Agus Wibowo, SIK didampingi Kasat Reskrim AKP Efendi dan Kasubag Humas Polres AKP Vivi Siregar mengatakan,  penangkapan tersangka berawal informasi dari masyarakat, tersangka saat ini menjadi penjual gorengan di daerah Kampung Kayu Agung.

“Mendapatkan info tersebut, anggota Tekab 308 Polres Tulangbawang dengan cepat   berangkat menuju kesana dan lansung berkoordinasi dengan Polres Pagar Alam untuk memastikan kebenarannya, hingga sampai lokasi lansung membekuk tersangka,” kata Kapolres.

Akan tetapi, kata Kapolres, ketika proses penangkapan tersangka melakukan perlawan membuang tembakan ke anggota, “Dengan sigap kedua kaki tersangka dilumpuhkan berikut Barang Bukti (BB) Senjata Api (Senpi) rakitan colt 38,” kata Agus Wibowo diamini Kasat Reskrim AKP Efendi saat gelar ekpose di Polres setempat, Rabu (11/1/2017).

Menurut Kapolres, kasus tersebut terkait kerusuhan dua kelompok massa pecah di Dusun Terang Agung, Kampung Gunung Terang, Kecamatan Gunung Terang, Kabupaten Tulangbawang Barat, Jumat (11/03/2016) lalu.

Kejadian tersebut bermula dari penyanderaan warga Terang Sakti  para preman pimpinan Irawan (besar) asal Dusun Terang Agung, menjemput paksa para sandra, menembak keatas, memukul para sandra dengan menggunakan gagang senpi dan tangan, Berboncengan bersama Amhar sambil membawa 1 sandra, alat yang digunakan 1 pucuk senjata api rakitan, dan 1 unit sepeda motor Mega Pro warna hijau.

Motif penyanderaan itu, dipicu sengketa tanah dan dugaan pemerasan sekelompok preman Irawan CS, penyanderaan warga Terang Sakti oleh para preman Irawan cs ini terjadi di Posko HTI, Dusun Terang Sakti, Tiyuh Gunung Terang, Kecamatan Gunung Terang, Tulangbawang Barat.

Penyanderaan itu diketahui warga Dusun Terang Sakti dan Dusun Tri Mulyo. Massa dari kedua dusun yang berjumlah 500 orang, lalu melalukan pencarian ke posko Terang Sakti, massa mendapati kedua warganya atas nama Ketut dan Komang tewas di posko tersebut, sehingga massa mengamuk dan mencari para preman yang menyandera namun tidak ketemu.

Tak tertahan massa yang sudah tersulut emosi lalu mengamuk dan membakar enam unit motor yang ditinggalkan para preman dan membakar dan merusak empat unit rumah.

Lalu sekitar pukul 13.30 WIB, Kapolsek Gunung Terang AKP  Sobari bersama para anggotanya mendatangi tempat kejadian perkara, di tempat itu, polisi menemukan dua korban sudah meninggal dunia dengan luka bacok dan luka tembak. “Kedua korban adalah Ketut dan Komang, polisi langsung menggalang warga dan meredam emosinya, ” kata Kapolres.
(jun)