HUKUM
Dir Polair Tunjukan Tersangka (robin/pin)
12/1/2017 15:10:57
196

Pengemudi Perahu Klotok Terbalik Jadi Tersangka

Harianlampung.com - Dianggap melakukan kelalaian hingga menyebabkan satu orang penumpang meninggal dan satu orang kritis, pengemudi perahu klotok (Ketingting) Yuwisda Apriyudi (33) warga Kampung Baru 3, Kelurahan Panjang Utara, Panjang, Bandar Lampung ditetapkan sebagai tersangka, dan ditahan di Markas Direktorat Polisi Air (Ditpolair) Polda Lampung.

Direktur Polisi Air Polda Lampung, Kombes Pol. Rudi Hermanto melalui Kasubdit Gakkum Ditpolair Polda Lampung, AKBP M Fauzi mengatakan, perahu klotok dengan muatan 23 penumpang terbalik, dan menyebabkan Agus Siswanto (55) warga Gadingrejo, Pringsewu, tewas dan Arif (30) warga Rajabasa, Bandar Lampung, keritis.

Perahu terbalik diperairan depan Dermaga Kade Pertamina Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung, pada Minggu (1/1/2017) sekitar pukul 17.00 WIB lalu. “Atas kejadian itu, pihaknya menetapkan Nakhoda perahu klotok yakni, Yuwisda sebagai tersangka,” kata M Fauzi, melalui release laporan kejadian dengan nomor : LPS/-/I/2017, , saat ekspose pada Kamis (12/1) pagi.

Menurut M Fauzi, sebanyak 23 orang yang menumpang dari hasil pendataan ada tiga kelompok penumpang terdiri dari 9 penumpang berasal dari Gadingrejo, Pringsewu, sebanyak 8 orang dari Rajabasa, dan sebanyak 6 penumpang berasal dari Suban.

Kronologinya kata M Fauzi sebanyak 23 penumpang tersebut hendak pergi memancing di seputar perairan Panjang dengan menggunakan kapal klotok dari pelabuhan kecil Gang Umek, Panjang. Pada pukul 16.50 WIB.

Dan baru melaut sekitar 10 menit, tiba-tiba perahu tersapu ombak yang tidak terlalu besar membuat perahu klotok limbung, dan air laut masuk kedalam perahu, kemudian perahu terbalik, hingga seluruh penumpang jatuh ke laut.  “Akibatnya, satu orang penumpang tewas dan satu orang penumpang lainnya kritis. Keduanya di bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek (RSUDAM) Bandar Lampung,” katanya.

Barang bukti yang diamankan satu unit perahu klotok tanpa nama lambung dan Visum Et Repertm, Surat Kematian. “Untuk upaya, pihaknya masih melaksanakan penyelidikan tentang unsur kelalaian,” katanya.
(rob/jun)