HUKUM
Helendra Sari (pin/dok)
18/5/2017 20:51:47
349

Korupsi Bantuan Siswa Miskin, Kepala SMPN 24 Divonis 7 Tahun

Harianlampung.com - Kepala Sekolah SMPN 24 Bandarlampung Helendra Sari divonis tujuh tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider enam bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Bandarlampung, Kamis (18/5).

Majelis Hakim yang diketuai Novian Saputra menyatakan Helendra terbukti melakukan korupsi dana bantuan siswa miskin (BSM) di SMPN 24 Bandarlampung dari tahun 2013-2015 dengan kerugian mencapai Rp900 juta.

Selain itu, Majelis Hakim juga memutuskan terdakwa harus membayar uang pengganti sebesar Rp900 juta. Jika tidak, maka harta bendanya akan disita. "Juka tidak mencukupi, diganti hukuman penjara selama empat tahun," ucapnya.

Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Patar Daniel menjelaskan, kasus ini bermula pada 2011 terdakwa diangkat menjadi Kepala SMPN 24 Bandarlampung.

Lalu pada tahun 2013 sampai 2015, terdakwa membentuk Panitia Peserta Didik Baru (PPDB) jalur bina lingkungan (siswa yang akan mendapat bantuan BSM) di SMPN 24 Bandarlampung yang bertanggung jawab menerima dan menyeleksi berkas siswa baru jalur bina lingkungan.

Kemudian, usulan nama-nama siswa yang akan mendapat bantuan SPP siswa miskin (jalur bina lingkungan) yang sudah di verifikasi oleh tim yang seharusnya dirapatkan dan diumumkan.

Namun, oleh terdakwa nama-nama tersebut diganti dengan menyuruh Ety Kurniasih dengan cara membuat keterangan tidak mampu dari kelurahan fiktif.

Selanjutnya, data yang diusulkan terdakwa ke Dinas Pendidikan Kota Bandarlampung adalah nama-nama siswa siswa reguler, siswa yang telah lulus sekolah,  siswa yang telah pindah sekolah,  siswa yang telah meninggal dunia,  siswa sekolah lain yang bukan siswa SMPN 24 Bandarlampung.

Siswa yang namanya ganda dalam satu daftar usulan yang dimasukan atau diusulkan ke dalam daftar yang mendapatkan dana bantuan  SPP Siswa Miskin ( Biling/bina lingkungan)  pada tahun 2013, 2014 dan 2015 tersebut tolal sebanyak 308 siswa.

"Dana siswa miskin (biling/bina lingkukan) tersebut per enam bulan atau satu semester sebesar Rp420 ribu per satu siswa. Berdasarkan data dari semester I tahun 2013 sampai semester I 2015 total dana SPP siswa Biling sebesar Rp900 juta," katanya.

Setiap dana BSM tersebut cair melalui rekening sekolah, langsung diambil melalui bank bersama Ayu Septaria selaku bendahara sekolah. Selanjutnya, uang tersebut langsung diserahkan Ayu kepada terdakwa. Uang tersebut tidak pernah digunakan sesuai dengan ketentuan melainkan digunakan untuk memperkaya diri sendiri.

Sebelumnya, Helendra Sari juga dihukum tiga tahun penjara terkait kasus korupsi dana biaya operasional sekolah (BOS) di SMPN 24 Bandarlampung.
(tom/mfn)