HUKUM
Tersangka (baju abu-abu) saat digiring petugas. (zim/pin)
20/11/2017 14:33:35
122

Pelajar Ini Tertangkap Saat Jual Barang Curian

Harianlampung.com - Sepak terjang IB, pelajar yang sebulan lagi genap berusia 18 tahun, akhirnya berakhir di tahanan polisi. Warga Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus itu kini berurusan dengan polisi karena ditangkap warga saat menjual barang hasil curian. Ironisnya, dari pengakuan tersangka, ia telah berulangkali melakukan pencurian.

Kapolsek Pugung, Ipda Mirga Nurjuanda mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, Senin (20/11), mengatakan, IB diamankan setelah kedapatan melakukan pencurian sebuah cincin emas seberat 2 gram, jam tangan dan uang tunai milik korban Indra Bangsawan (26) warga Pekon Waypring Kecamatan Pugung pada Sabtu (18/11) lalu.

“Kemarin, Minggu (19/11) pukul 14.00 Wib, IB diserahkan warga ke Polsek Talang Padang setelah dia diketahui menjual emas hasil pencurian milik korban," jelas Mirga.

Berdasarkan pengakuan korban, pencurian itu diketahuinya pada Sabtu (18/11) sekitar pukul 14.30 WIB, saat dia pulang kerja. Indra mendapati pintu belakang rumahnya dalam kondisi terbuka dan ruang kamar berantakan diacak-acak orang. Setelah di cek, ternyata barang dan uangnya telah hilang. ”Korban kehilangan sebuah cincin mas 2 gram, jam tangan merk QnQ dan uang tunai Rp 250 ribu, yang disimpan didalam lemari kamar dengan total kerugian Rp 800 ribu," jelas Mirga.

Kapolsek mengungkapkan, dari keterangan tersangka, modus operandi IB melakukan pencurian dengan mendatangi rumah korban menggunakan sepeda motor seorang diri. Melihat rumah tersebut tertutup, dia berhenti dan memastikan bahwa rumah tersebut dalam kondisi kosong. "Pelaku ke belakang rumah membuka pintu dengan merusak kunci pintu dapur, setelah terbuka pelaku masuk dan mengambil barang di dalam rumah," ungkapnya.

Pelaku mengaku, hasil curian itu digunakan untuk keperluannya sehari-hari. Barang-barang yang dicurinya dijualnya murah berkisar Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu.

Mirisnya, remaja ini mengaku pencurian tersebut bukan pertama kali dia lakukan. "IB mengakui telah beberapa kali melakukan pencurian di rumah kosong dengan modus yang sama. Diantaranya 5 kali di Kecamatan Gisting dan 1 kali di Kabupaten Pringsewu," ujar Kapolsek.

IB tercatat dalam laporan polisi LP/B-382/XI/2017/Polda Lpg/Res Tgms/Sek Pugung tentang Pencurian. Saat ini berikut barang bukti di tahan di Polsek Pugung.

"Untuk perkara lainnya, kita masih koordinasi dengan Polsek di TKP yang diakuinya. Sementara dalam perkara tersebut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, IB terancam pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberaratan, ancaman maksimal 7 tahun penjara dan UU nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan anak," katanya.

Guna mengantisipasi tindak kejahatan rumah kosong, Kapolsek Pugung berpesan kepada masyarakat agar lebih teliti mengunci rumah saat ditinggalkan.

“Kejahatan bisa terjadi kapanpun, baiknya masyarakat melakukan pengamanan sejak dini dengan mengunci rumah dengan baik sehingga tidak mudah bagi pelaku kejahatan melakukan aksinya," imbau Ipda Mirga Nurjuanda.
(zim/ale)