HUKUM
Ilustrasi Pemeriksaan Polisi (pin/ist)
13/12/2017 19:41:32
287

Polres Tanggamus Dalami Perkara Pungli Kepala Pekon

Harianlampung.com - Polres Tanggamus terus mendalami melalui gelar perkara dan pemeriksaan terhadap empat terduga pelaku pungutan liar (pungli) terhadap Kepala Pekon Banjarsari Kecamatan Talang Padang Tanggamus, Tubagus M. Yani.

Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, S.Ik. M.Si saat diwawancarai wartawan memaparkan, bahwa Polres Tanggamus telah melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan menggelar perkara dalam tindak pidana pemerasan tersebut.

"Sementara kami masih melakukan pemeriksaan-pemeriksaan saksi, untuk tahap awal akan melengkapi alat bukti dulu.Guna membangun kontruksi kasus secara utuh serta berupaya melengkapi alat bukti. Hari ini baru selesai dilaksanakan gelar perkara, kami menunggu laporan resmi penyidiknya," jelas AKBP Alfis Suhaili didampingi Kabag Ops Kompol Aditya Kurniawan, Rabu (13/12).

Sementara, untuk motif para pelaku melakukan pemerasan, Kapolres mengungkapkan bahwa cara pelaku melancarkan aksinya dengan modus seolah olah akan menyelamatkan kepala pekon dari jeratan hukum. 

"ini sebenarnya alasan mereka supaya kasus ini tidak berkembang sehingga keempatnya seolah olah menjadi pahlawan guna menyelamatkan kepala pekon dan menurut penyidik itu hanya sebagai modus para tersangka," ungkapnya.

Terkait adanya unsur pemerasan, Kapolres menegaskan bahwa tentu ada unsur pemerasan karena ada bukti permulaan yang cujup sehingga tim turun dan mengamankan para terduga. Ke empat terduga pelaku memiliki peran masing-masing dalam hal pemerasan tersebut. 

"Sebenarnya mereka bersama-sama dan memiliki peran masing-masing, peran masing-masing mereka nanti akan kami dalami. Saat ini hanya mencari bukti permulaan yang cukup dan melengkapi minimal dua alat bukti dan siapa yang menjadi pelaku utama atau aktor intelektual," katanya. 

Ia menambahkan, dalam waktu 1x24 jam akan segera ditentukan status mereka, saat ini diakui Kapolres, baru pemeriksaan awal. "Karena dalam penyidikan itu akan ada pemeriksaan-pemeriksaan yang lebih tajam untuk sinkronisasi antara satu dengan keterangan lainya," jelas AKBP Alfis Suhaili.
(zim/iqb)