HUKUM
Polda Metro Jaya (pin/dok)
14/12/2017 15:42:47
532

Operasi Preman: 1.475 Orang dan 44 Senjata Diamankan

Harianlampung.com - Selama sepekan Operasi Premanisme guna menciptakan situasi kondusif menjelang Natal dan Tahun Baru, Polda Metro Jaya dan jajaran polres mengamakan 1.475 orang dan 44 senjata.

Demikian disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Jakarta, Kamis (14/12).

“Operasi premanisme ini merupakan operasi rutin yang ditingkatkan, untuk menciptakan situasi yang kondusif agar pelaksanaan Natal dan Tahun baru berjalan dengan aman dan lancar," ujar dia.

Selama sepekan mulai 7-13 Desember 2017 itu, total ada 534 kasus premanisme yang diungkap Polda Metro Jaya dan jajaran Polres. Dari 534 kasus tersebut, polisi mengamankan 1.475 orang. Dari jumlah tersebut, 225 orang di antaranya ditahan dan diproses hukum, 1.248 orang dibina dan 2 orang lainnya dilepas karena tidak terbukti.

“Yang dibina ini, misalnya tatoan nggak pakai baju di stasiun membuat takut masyarakat. Ditangkap  nanti kemudian dibina di Dinsos. Karena tidak ada barang bukti untuk menahannya," ujar Argo.

Sementara itu, Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta mengatakan dari 534 kasus itu, yang paling banyak adalah kasus pencurian dengan pemberatan (curat) yakni sebanyak 58 kasus.

"Kemudian kasus pengeroyokan ada 15 kasus, 13 kasus kepemilikan senjata tajam dan senpi rakitan (UU Darurat), 12 kasus curas (pencurian dengan kekerasan), penipuan penggelapan ada 3 kasus, kasus pembunuhan 2 kasus, pemerasan 4 kasus dan juga kasus-kasus konvensional lainnya," papar Nico.

Sementara dari 1.248 orang yang dibina, mereka rata-rata ditangkap karena masalah parkir liar, timer, pengamen, mata elang (debt collector), pungli, calo, minuman keras hingga tawuran. Terkait tawuran, ada 67 orang yang diamankan dan selanjutnya dibina polisi.

“Operasi ini akan kita tingkatkan terus menjelang Natal dan tahun baru ini dengan sasaran premanisme dan kejahatan konvensional," sambung Nico.

Dari hasil operasi itu, polisi menyita uang tunai sekitar Rp 350 juta, 4 pucuk senjata api rakitan dan airsoft gun, 40 bilah senjata tajam (sajam), 43 unit motor, 13 unit mobil, 73 unit telepon genggam dan 289 botol minuman keras.
(pin)