HUKUM
Terdakwa Diza Noviandi alias Dino. (tom/pin)
15/12/2017 11:03:16
743

Korupsi Bantuan Sekolah, Dino Divonis 1 Tahun Penjara

Harianlampung.com - Majelis Hakim Pengadilan Negeri, Tanjungkarang menjatuhkan vonis satu tahun penjara terhadap terdakwa Diza Novinadi alias Dino (44), karena terbukti melakukan korupsi bantuan perlengkapan sekolah untuk 60.200 siswa miskin di Dinas Pendidikan Lampung tahun anggaran 2012.

Vonis itu dibacakan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Kamis (14/12).

Ketua Majelis Hakim Puji Astuti menyatakan, terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 3 Jo. Pasal 18 UU No.31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo. UU No.20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No.31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1.

“Terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi untuk memperkaya diri sendiri maupun kelompok,” jelasnya.

Selain memerintahkan terdakwa langsung ditahan, Dino juga dihukum membayar denda Rp50 juta subsider satu bulan kurungan dan mengganti uang kerugian negara sebesar Rp573 juta. Namun, sebagian telah dititipkan ke Jaksa Penuntut Umum Rp435 juta, sehingga kurang Rp138 juta.

“Jika terdakwa tidak membayar uang pengganti dalam waktu satu bulan, maka harta bendanya akan disita dan dilelang. Dan jika tidak mencukupi, maka diganti dengan pidana penjara selama tiga bulan,” kata Hakim.

Sekedar perbandingan, vonis tersebut lebih ringan enam bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rudianto yang menuntut terdakwa selama 18 bulan penjara. Atas vonis itu, baik terdakwa maupun JPU menyatakan pikir-pikir selama satu minggu.

Kasus Dino bermula pada tahun 2012, saat Disdikbud Lampung melakukan anggaran bantuan perlengkapan sekolah untuk 60.200 siswa miskin di 13 kabupaten/kota senilai Rp18 miliar dengan 93 paket pekerjaan.

Terdakwa mengajukan 8 perusahaan dan terlibat aktif dalam pelelangan. Selanjutnya atas perintah Kadisdikbud saat itu, Tauhidi langsung menunjuk pemenang lelang yakni CV. Lain Tonal Brother’s CV. Amira Jaya CV Sabrina CV Dian Tanggamus CV Kreasi Cipta Cemerlang CV Wija Perkasa CV Wija Perkasa CV Virola yang semua perusahaan itu dikendalikan oleh terdakwa.

Untuk Lampung Timur terdakwa mendapat pagu anggaran Rp1,5 miliar lebih dengan jumlah 8 paket pekerjaan sebanyak 5.330 set. Berdasarkan selisih pembayaran atas pekerjaan pengadaan, terdakwa telah menelan anggaran Rp573 juta.
(tom/ale)