HUKUM
Enam terdakwa saat dikawal polisi (pin/dok)
08/1/2018 17:07:50
565

Lima Bandar Narkoba Dituntut Hukuman Mati

Harianlampung.com - Lima dari enam terdakwa bandar narkoba sebanyak 134 kilo Ganja yang ditangkap Direktorat Narkoba Polda Lampung dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sabi`in di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Senin (8/1).

Ke enam terdakwa yakni Rizqi Arijumanto(24), Satria Aji Andika, Ridho Yudiantara (27), Hendri Saputra (24), Haryono dituntut hukuman mati, sedangkan Agus Purnomo (35) dituntut dengan hukuman selama 20 tahun dengan denda Rp 1 miliar jika tidak dibayar diganti kurungan penjara selama enam bulan.

Menurut JPU Sabi`in kelimanya dikenakan pasal 114 setiap orang tanpa hak memiliki, menjual, atau menerima dan ayat (2) memiliki lebih dari satu kilo gram atau setara lima batang pohon sebagaimana siatu pasal 114 ayat (2) UU No.35 tahun 2009 berisi tentang Narkotika. ,

Ia menjelaskan, hal yang memberatkan para terdakwa tidak mengindahkan program pemerintah tentang pemberantasan korupsi, dan untuk terdakwa Ridho Yudiantara pernah dihukum satu tahun sedangkan Haryono pernah dihukum delapan bulan penjara.

"Sedangkan hal yang meringankan terdakwa berlaku sopan dalam peralsidangan," katanya.

Sebelumnya, Sebanyak 134 kilogram narkoba jenis ganja asal Medan berhasil diamankan petugas Direktorat Narkoba Polda Lampung, di jalan Soekarno Hatta tepatnya depan Gedung Bagasraya, Selasa malam (4/4) pukul 17.30 WIB.

Barang tersebut di kirim dari Medan menuju Lampung dengan modus berisi pakaian anak-anak dan dikirim melalui paket expidisi dan dikirim dengan alamat fiktif yaitu Panti Asuhan Alkhairi Amanah jalan Wijaya Kusuma no 10, Rawa Laut, Pahoman, Bandarlampung.

Kapolda Lampung Inspektur Jendral (Irjen) Sudjarnodi dampingi Waka Polda Lampung Brigadir Jendral Boni Fasius Tampoi dan Direktur Ditres Narkoba Polda Lampung Kombes Pol Abrar Tuntalanai mengatakan, pihaknya berhasil menggagalkan pengiriman 134 kilo ganja dan berhasil mengamankan pelaku sebanyak tujuh orang dan saat ini sedang dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Pelaku melakukan pengiriman ini dengan cara pengiriman expedisi dengan pengiriman alamat yang fiktif atau tidak ada,” katanya.

Menurutnya, tangkapan ini cukup besar. Karna, jika 134 kilo ganja itu disebarkan di daerah lampung maka diperkirakan ribuan orang akan terkena dampak dari penyebaran narkoba itu.

“Maka saya menghimbau agar jasa expedisi dapat bekerja sama dengan pihak kepolisian jika ada paket atau kiriman yang mencurigakan tersebut agar cepat dilaporkan,” jelasnya.

Disaat bersamaan Direktur Ditres Narkoba Polda Lampung Kombes Pol Abrar Tuntalanai menjelaskan, berawal pihaknya mendapat laporan dari pihak expedisi barang bahwa ada paket yang mencurigakan.

"Sebelumnya barang tersebut belum diambil selama sehari. Setelah kami mendapatkan laporan kemudiam kami melihat dua mobil dengan masing-masing mobil berisi dua orang dan mengambil barang tersebut masing-masing dua box," katanya saat

Saat barang tersebut diambil oleh empat pelaku menggunakan mobil, lanjut Sudjarno, kemudian anggotanya tersebut membuntuti pelaku yang sedang menuju kearah Bakauheni.

"Saat sampai di jalan Soekarno Hatta tepatnya depan Gedung Bagasraya, kemudian kami langsung menghadang dan membawanya kedalam parkiran Gedung Bagasraya. Saat kami periksa, paket tersebut berisi 134 narkoba jenis ganja," ucapnya.
(tom)