HUKUM
Pelaku Pembobol Kotak Amal (pin)
18/1/2018 00:01:05
969

Polsek Pesisir Tengah Amankan Spesialis Pembobol Kotak Amal

Harianlampung.com - Polsek Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat,  berhasil menangkap pelaku pencuri kotak amal di salah satu masjid di Kecamatan setempat.  Ironisnya pelaku sedang menjalankan cuti bersyarat di Rutan Krui sejak Desember 2017 lalu dengan perkara yang sama. 

Idris Basro Bin Hanan (27) warga Pekon Wates, Kecamatan Balik Bukit,  Kabupaten Lampung Barat,  merupakan pelaku pencuri kotak amal atau infaq di Masjid Al-Mujahidin Pasar Mulya, Kelurahan Pasar Krui, Kecamatan Pesisir Tengah,  pada Rabu (10/1) sekitar Pukul 08.30 WIB lalu.  Pelaku berhasil ditangkap pada Rabu (16/1) sekitar Pukul 15.30 WIB di kediamannya di Pekon Wates,  Kabupaten Lampung Barat. 

Disampaikan Kapolsek Pesisir Tengah,  Kompol.Sarial Efendi, melalui Kanit Reskrim,  Ipda.Irfan kepada harianlampung. com,  bahwa pelaku yang merupakan residivis Pencurian dengan Pemberatan (Curat) tersebut berhasil melarikan diri setelah melaksanakan aksinya menuju kabupaten tetangga yang merupakan asal dari pelaku.

"Identitas pelaku yang juga tengah menjalani cuti bersyarat sejak desember lalu tersebut diketahui dari CCTV yang ada di Masjid Al-Mujahidin. Wajah pelaku terekam jelas oleh kamera yang terpasang. Alhamdulilah setelah dilakukan penyelidikan dan pengintaian,  pelaku berhasil ditangkap " jelas Irfan, Rabu malam (16/1).

Kilas balik disampaikan Irfan,  bahwa sebelumnya pelapor atau korban atas nama Nekita Disastra (35) yang merupakan pengurus Masjid Al-Mujahidin melaporkan kepada pihak Polsek Pesisir Tengah,  dengan pelaporan bernomor Polisi : Lp/38/I/2018/Pld lpg/Res lambar/ tanggal 17 Januari 2018.

" Modus operandi pelaku saat melakukan niat jahatnya tersebut dengan berpura-pura ingin melaksanakan ibadah shalat, kemudian memecahkan kotak infaq lalu mengambil uang di dalam dua kotak amal atau infaq yang berbeda, namun sebelumnya pelaku sudah beberapa hari menunggu situasi dilokasi aman dan sepi, " paparnya. 

Setelah pelaku berhasil ditangkap tanpa perlawanan,  Irfan menyampaikan kronologis yang berhasil diketahui dari pengakuan pelaku,  bahwa pada Rabu 10/1) sekitar Pukul 08.30 WIB pelaku dalam perjalanan dari Pekon Seray, Kecamatan Pesisir Tengah untuk pergi ketempat saudaranya yang berada di Pekon Penengahan. Pelaku sejak Rabu Tanggal 10 Januari Pukul 08.30 WIB pelaku sudah mengintai lokasi hingga berhasil melarikan uang infaq itu pada 13 Januari pukul 13.30 WIB

"Dari hari pertama pada Rabu (10/1), kemudian pada Kamis (11/1), serta Jumat (12/1) pelaku berniat akan mengambil kotak amal atau infaq itu namun,  kondisi disekitar lokasi ramai sehingga pelaku kembali mendatangi lokasi Pada Sabtu (13/1) sekitar Pukul 13.30 berhasil mengambil kotak amal dan merusaknya menggunakan bekas kunci pintu yang tidak terpakai, " cerita Irfan. 

Setelah pelaku berhasil menggasak dua kotak infaq tersebut,  pelaku langsung melarikan diri ke Kabupaten Lampung Barat menggunakan sepeda motor miliknya dan membelanjakan hasil curiannya untuk membeli beberapa lembar baju kemeja dan dua celana bahan Levis. Kerugian Masjid diperkirakan mencapai Rp. 2.750.000.

Saat ditangkap,  polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa uang sebesar Rp. 21.000 (dua puluh satu ribu), satu unit motor suzuki titan warna Hitam merah BE 6350 MS, dua kotak amal/infaq. Satu buah bekas kunci pintu. Dua helai celana levis warna biru serta tiga helai baju kemeja.

"Pelaku dijerat pasal 363 KUHPidana dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara. Padahal pelaku ini sedang menjalankan cuti bersyarat Rutan Krui pada Desember 2017 lalu dengan perkara yang sama dan sudah divonis oleh Polsek Balik Bukit, " pungkas Irfan.  
(eva/iqb)