HUKUM
Dirnarkoba Polda Lampung (pin/dok)
08/2/2018 20:46:10
879

Michael Kabur. Ditres Narkoba Akui Keteledoran

Harianlampung.com - Direktur Narkoba Polda Lampung Kombespol Abrar Tuntalani akui ada keteledoran dari anggotanya terkait kaburnya Michael Mulyadi (34) dari Mako Narkoba Polda Lampung.

"Jadi dia keluar ini karna kabur. Itulah yang jadi kelengahan kita, apakah dia di taro luar karna dia kan masih ditaro beberapa hari, karna dia sedang mengurus proses rehabilitasi maka anggota dibiarkan untuk bertemu keluarga atau apalah," katanya kepada awak media, Kamis (8/2).

Menurutnya, saat ini dia sedang melakukan pemeriksaan internal kepada anggotanya terkait kelalaian tersebut."Inilah yang sedang kami selidiki, kita periksa siapa yang pada saat itu betul-betul bertanggung jawab kenapa sampai seperti itu," jelasnya.

Terkait ada barang bukti yang dikurangi oleh Ditnarkoba Polda Lampung, ia membantah, karna menurutnya, pada saat ditelphone oleh salah satu wartawan dirinya tidak serius saat menjawab pertanyaan.

"Jadi saya ditelphon kemaren, karna saya memang biasa bercanda dengan dia saya ia-iakan saya, tapi saya tidak tau kalau itu untuk diberitakan, ternyata semuanya dia tulis ini yang bikin saya kaget, seharusnya dia bilang "ini yang ingin saya beritakan, coba abang stetmennya yang serius yang benar seperti apa" tapi ini tidak," ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, tadi pagi sudah dilakukan pemeriksaan oleh Wakapolda dan semua sudah clear dan tidak seperti yang di beritakan. "Di periksa oleh pimpinan kami Wakapolda, barang bukti yang ditemukan oleh kami kepada yang menyerahkan, AKBP Rudi dari Krimum dengan membawa kertas dan ditemukan dengan barang bukti dari kam, alhamdulillah tidak ada yang kurang," jelasnya.

Jadi lanjut dia, kalau di situ tidak ditimbang, karna memang dari anggota krimum tidak sedang membawa timbangan. Ia juga menyinggung soal rehabilitasi pelaku, pihaknya memang sedang mempertimbangkannya." Ini sedang dalam proses penyidikannya bisa kita ajukan dia untuk rehabilitasi dengan teknis dan syarat yang diatur oleh undang-undang asestem ke BN kemudian pemeriksaan. Tapi berkas tetap berjalan," pungkasnya.

Diketahui Michael Mulyadi (34) warga Sukarame, Bandarlampung ditangkap oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung menggerebek sebuah kamar nomor 322 di hotel Amalia, Kota Bandar Lampung, pada Minggu, 28 Januari 2018 lalu.

Dari penggrebekan itu polisi mendapatkan barang bukti, plastik sabu diperkirakan seberat 6 gram, satu plastik berisi Kristal sabu, satu plastic besar berisi ganja, satu plastik berisi bubuk bahan ineks warna oranye.

Lalu satu plastik penuh berisi ineks, satu plastik berisi serbuk diduga putaw, delapan butir obat Dumolid, 3 butir Camlet Aprazolam, 3 butir Cefat, 2 butir Semidril, 8 butir Actazolam Aprazolam.

Selain narkoba, polisi juga menyita alat hisap sabu, uang tunai Rp 70 juta dan satu unit mobil Pajero warna putih BE 888 MC.

Pada saat itu, Ditkrimum Polda Lampung sudah menyerahkan Michael Mulyadi  ke Ditnarkoba Polda Lampung untuk dilanjutkan pekaranya. Namun, Michael Mulyadi sempat kabur dan sampai saat ini Michael Mulyadi sudah kembali di tangkap di daerah Lampung Selatan
(tom)