HUKUM
Irman (helmi/dok)
14/3/2018 12:59:16
674

Kasus e-KTP: KPK Periksa Eks Dirjen Dukcapil

Harianlampung.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Dukcapil), Irman. Ia diminta keterangan untuk keponakan Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo dan orang dekat Novanto, Made Oka Masagung yang menjadi tersangka kasus e-KTP.

“Irman diperiksa sebagai saksi untuk IHP (Irvanto Hendra Pambudi Cahyo) dan MOM (Made Oka Masagung)," terang Kepala Biro Humas KPK Febri Diasyah kepada pers, Rabu (14/03).

Irvanto Hendra Pambudi Cahyo dan Made Oka Masagung adalah dua tersangka baru dalam kasus e-KTP. Irvanto adalah keponakan mantan Ketua DPR Setya Novanto dan sedang Made Oka Masagung, disebut sebagai orang kepercayaan Novanto,

Keduanya diduga bersama Novanto, Irman, Sugiharto, Andi Narogong, Anang Sugiana Sudihardjo, serta beberapa pihak lainnya melakukan perbuatan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau korporasi. Perbuatan itu akhirnya menimbulkan kerugian negara Rp 2,3 triliun dari nilai paket 5,9 triliun.

KPK menjerat Irvanto dan Made Oka dengan Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 UU Tipikor No 31 Tahun 1999 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Irvanto diduga sejak awal mengikuti proses e-KTP dengan perusahaannya PT Murakabi Sejahtera dan ikut ke dalam tim Fatmawati yang disebut merekayasa tender proyek e-KTP. 

Irvanto diduga menerima total US$3,5 juta pada Januari-Februari 2012 dari proyek e-KTP yang diperuntukkan kepada Setya Novanto.

Dalam persidangan terungkap aliran uang dari PT Biomorf Mauritius itu ke sejumlah perusahaan money changer. Peran Irvanto sendiri disebut mengambil uang tunai dari perusahaan money changer di Indonesia yang memiliki stok dolar senilai uang yang ditransfer PT Biomorf Mauritius. Cara itu disebut KPK diduga untuk menyembunyikan transaksi.

Sedangkan peran Made Oka disebut sebagai orang dekat Novanto. KPK menduga Made Oka menjadi  pihak perantara aliran uang ke Novanto.

Rekening Made Oka juga menampung pemberian fee kepada Novanto yang diambil dari bagian pembayaran PT Quadra Solution kepada Johannes Marliem melalui perusahaan Biomorf Mauritius dan PT Biomorf Lone Indonesia. Uang itu ditransfer ke rekening Made Oka Masagung di Singapura yang diteruskan ke Novanto.
(zel/kap/rin)