HUKUM
Emirsyah Satar (pin/dokj)
16/4/2018 13:03:56
612

Kasus Rolls Royce: KPK Periksa Emirsyah Satar

Harianlampung.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa mantan Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar, terkait korupsi pengadaan pesawat Garuda Indonesia. Emirsyah dimintai keterangan untuk tersangka lainnya, mantan Dirut PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo.

Emirsyah terpantau tiba di Gedung KPK Jakarta, sekitar pukul 10.00 WIB. “Emirsyah Satar diperiksa sebagai saksi untuk SS (Soetikno Soedarjo)," terang Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah.

Dalam kasus ini, KPK juga memanggil pensiunan pegawai PT Garuda Indonesia, Capt Agus Wahjudo. Ia dimintai keterangan sebagai saksi untuk Emirsyah yang juga berstatus tersangka dalam kasus ini.

Emirsyah menjadi tersangka atas dugaan menerima suap 1,2 juta euro dan US$180 ribu atau senilai total Rp20 miliar serta dalam bentuk barang senilai US$2 juta yang tersebar di Singapura dan Indonesia dari Rolls Royce. Suap itu terkait pembelian 50 mesin pesawat Airbus SAS pada periode 2005-2014 pada PT Garuda Indonesia Tbk.

Suap itu diberikan Soetikno terkait pengadaan pesawat Airbus SAS dan mesin pesawat Rolls-Royce untuk PT Garuda Indonesia. Suap diberikan Soetikno dalam kapasitas sebagai beneficial owner Connaught International Pte Ltd.

Adapun Rolls Royce oleh pengadilan di Inggris berdasarkan investigasi Serious Fraud Office (SFO) Inggris sudah dikenai denda sebanyak 671 juta pounsterling (sekitar Rp11 triliun) karena melakukan pratik suap di beberapa negara antara lain Malaysia, Thailand, China, Brasil, Kazakhstan, Azerbaizan, Irak, Anggola.

KPK awalnya menerima laporan dari SFO dan Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB) Singapura yang sedang menginvestigasi suap Rolls Royce di beberapa negara, SFO dan CPIB pun mengonfirmasi hal itu ke KPK termasuk memberikan sejumlah alat bukti.

KPK melalui CPIB dan SFO juga sudah membekukan sejumlah rekening dan menyita aset Emirsyah yang berada di luar negeri.
(pin)