HUKUM
21/5/2018 23:27:49
824

Dana Rp 1,5 Miliar Dari Mustafa Tidak Terkait Pinjaman Ke SMI

Harianlampung.com - Sidang kasus dugaan suap bupati non aktif Lampung Tengah, Mustafa hari ini menghadirkan saksi Raden Zugiri (Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah dari Fraksi PDIP), Johny Ardito (Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah Fraksi PKS), Riagus Ria (Wakil DPRD Lampung Tengah Fraksi Gerindra) dan Zainudin (Anggota DPRD Lampung Tengah) yang diperiksa secara bersamaan.

Kata saksi Zainudin, pemberian uang Rp1,5 miliar yang diberikan Mustafa untuk Ketua DPD Partai Gerindra Lampung, Gunadi Ibrahim tidak terkait dengan rencana pinjaman Pemda Lampung Tengah kepada PT.SMI.

Pemberian dana Rp 1,5 M dari Mustafa kepada Gunadi  terkait dengan hasil Pilbub Lampung Tengah 2015,” ujar Zainudin menjawab pertanyaan majelis hakim di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, saat mejadi saksi untuk terdakwa Mustafa, Senin (21/5).

Zainudin mengatakan, pada Pilbup lalu, Gunadi adalah kompetitor Mustafa yang dengan lapang dada menerima hasil Pilbub Lampung Tengah.

Berkali-kali Zainudin mendapat cecaran pertanyaan, baik dari  ketua majelis hakim, jaksa penuntut umum Ali Fikri, dan penasehat hukum terdakwa, Sofyan Sitepu tidak membuat Zainudin bergeser dari jawabannyam bahwa uang yang diberikan kepada Gunadi tidak ada hubungan dengan pinjaman ke SMI.

Pemberian tersebut baru terjadi tahun 2017 tetapi proses pembicaraan sudah sejak tahun 2016 atau jauh sebelum adanya rencana pinjaman SMI,” ungkap Zainudin.

Perisdangan sempat panas, ketika terdakwa Mustafa mengklaim Zainudin yang meminta uang kepadanya. Namun Zainudin berkeras dia tidak pernah minta uang.

"Demi Allah, saya puasa, saya tidak pernah meminta uang kepada Pak Bupati,” ujarnya.

Sementara saksi Riagus Ria sama sekali tidak mengetahui adanya pembicaraan dan pemberian uang Rp 1,5 M dari Mustafa untuk Gunadi. Riagus menegaskan menandatangani dokumen awal dengan persetujuan Gunadi karena menganggap dokumen tersebut baru proposal, belum persetujuan.

Saya merasa dikecoh oleh eksekutif yang menyatakan dokumen yang dia tanda tangani baru proposal dan belum bersifat final,” jelas Riagus.
(pin)