HUKUM
Novia Rahmalina owner Geprek Bensu (her/pin)
12/8/2018 19:32:12
644

Salah Paham Oknum Gojek dan Pegawai Geprek Bensu Berdamai

Harianlampung.com - Kesalahpahaman hingga terjadi pertikaian antara seorang driver Go-Jek Lutfi dengan karyawan Geprek Bensu Teuku Umar, Kedaton, Bandarlampung , Alvin yang terjadi pada, Jumat (11/8) malam,  kedua belah pihak berdamai disaksikan perwakilan Kelurahan Sidodadi Kedaton dan Kepala Lingkungan.

Pada gelar Konferensi pers, salah satu owner perwakilan Resto Gebrek Bensu asal Jakarta, Novia Ramalina di Resto Gebrek Bensu Teuku Umar, Kedaton, pada  Minggu (12/8) mengatakan,rasa terimakasih kepada semua kedua belah pihak dan keluarga, kita berharap ini akan menjadikan lebih eratnya tali persaudaraan, ujar dia.

Novia mengatakan berkas laporan keduanya telah di proses di Polresta Bandarlampung dan telah dicabut, kata dia.

"Alhamdulillah keduanya berdamai. Atas nama pihak owner  memohon maaf atas peristiwa ini yang dilakukan oleh salah satu karyawannya Alvin yang mengakibatkan Lutfi dirawat di RSUDAM, tapi semua ada hikmah baiknya," kata Novia Ramalina.

Saat ini, kami juga mengundang perwakilan dari Driver Go-Jek dan keluarga kedua belah pihak, karena kami dan keluarga kedua belah pihak tentu tidak menginginkan ini semua, tambah dia.

Menurut Novia, peristiwa itu hanya hal kecil yang dibesar-besarkan. Ada kecemburuan pribadi antara kedua pihak.

"Jadi ini murni hanya salah paham pegawai kami dengan driver gojek (oknum) yang mengakibatkan perkelahian, jelas dia.

Peristiwa itu bermula saling pandang memandang mata antara Lutfi dan Alvin. Alvin tidak terima adanya hubungan Lutfi dengan Kharisma salah satu pegawai Gebrek Bensu yang diduga masalah pribadi.

Sehingga terjadilah perkelahian yang mengakibatkan Lutfi harus dirawat intensif di RSUD Abdul Moeloek, Bandarlampung lantaran mengalami luka akibat pengeroyokan yang begitu cepat tersulut.

Selaku owner, pihaknya telah memberikan penjelasan bagi karyawan untuk bekerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan ramah dalam pelayanan.

" Semua apa yang dilakukan karyawan saya Alvin akan kita berikan sanksi tegas, dengan memberhentikan dia sebagai pegawai resto Gebrek Bensu, " beber dia.

Mudah-mudahan dalam perdamaian itu tidak lagi ada dendam. Harapan kami keduanya bisa menjalani silahturahmi dengan baik. Pertemuan ini agar kedepannya tidak terulang kembali, tandas dia.

Sementara, Reyhan perwakilan dari keluarga Lutfi mengatakan permintaan maaf atas peristiwa perkelahian yang terjadi di resto Gebrek Bensu, Teuku Umar, Kedaton Bandarlampung.

Saya hadir mewakili keluarga membenarkan adanya perdamaian antara Lutfi dengan Alvin. Untuk itulah kedepannya keduanya bisa menjalani hubungan lebih baik lagi, " kata dia.

Hal yang sama disampaikan, Ricky perwakilan  Gabungan Admid Selter Pengemudi Ojek Online Lampung (Gaspool) menyampaikan hal yang sama dengan permintaan maaf atas terjadinya peristiwa ini terlalu cepat pihaknya mengambil keputusan.

Seharusnya teman-teman tidak langsung main hakim sendiri ditanya dulu permasalahan yang terjadi.Karena tersulutnya jelas dari sumber orang orang yang tidak mengetahui permasalahannya.

Sekali lagi atas nama Gojek meminta maaf atas kejadian ini yang telah membuat kegaduhan.

"Ternyata permasalahan hanya masalah pribadi mereka, kami harap para pencinta kuliner Geprek Bensu tetap yakin permasalahan yang kami nilai salah paham ini telah berakhir dengan damai" pungkas dia.
(her)