HUKUM
Sasmika Dwi Suryanto (her/pin)
15/10/2018 19:48:41
747

MPPN Gelar Sidang Perkara Tingkat Banding Atas Laporan SPPN VII

Harianlampung.com - Majelis Pengawas Pusat Notaris (MPPN) Republik Indonesia menggelar sidang perkara tingkat banding sebagai tindak lanjut laporan dugaan pelanggaran terhadap Undang-Undang Jabatan Notaris yang dilaporkan oleh Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara VII (SPPN VII).

Sidang yang digelar di Ruang Sidang Majelis Pengawas Pusat Notaris, Kuningan Jakarta, Selasa (9/10), yang hadiri Dr. Freddy Harris ACCS (saat ini menjabat sebagai Dirjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI) selaku Ketua Majelis, dengan didampingi Anggota Majelis Dr. Isyana Wisnuwardhani Sadjarwo, S.H., M.H., dan Winanto Wiryomartani, S.H., M.Hum.

Dalam sidang tersebut, juga hadir langsung Ir. Vedy Pudiansyah selaku Ketua Umum SPPN VII (Pelapor) dan Notaris Chairul Anom, S.H (Terlapor), keduanya hadir tanpa berwakil.

Sekretaris Jenderal SPPN VII Sasmika Dwi Suryanto menjelaskan, dalam sidang perkara 06/reg.banding/MPPN/10/18 Majelis Pengawas Pusat Notaris (MPPN) Republik Indonesia tersebut sebagai tindak lanjut dari Putusan Majelis Pengawas Wilayah Notaris Provinsi Lampung Nomor: 01/PTS/Mj.PWN Provinsi Lampung/III/2018 tanggal 12 Maret 2018.

Seyogya agenda sidang pada hari ini (Selasa, 9/10) adalah agenda pembacaan putusan, namun Majelis Hakim masih memberikan kesempatan kepada Pihak Pelapor dan Terlapor untuk menyampaikan dokumen bukti pendukung, sehingga sidang pembacaan putusan ditunda hingga dua pekan ke depan (23/10).

Sebelumnya, kata Sasmika Dwi Suryanto, dalam pemeriksaan ditingkat Majelis Pengawas Daerah Notaris (MPDN) Kota Bandar Lampung, Notaris Chairul Anom terbukti melanggar Undang-Undang Jabatan Notaris (UUJN).

Selanjutnya dalam pemeriksaan di tingkat Majelis Pengawas Wilayah Notaris (MPWN) Provinsi Lampung Notaris Chairul Anom juga terbukti bersalah dan diberikan sanksi pemberhentian sementara selama 3 bulan.

"Sesuai dengan mekanisme hukum berlaku bila ada yang keberatan dari para pihak dapat mengajukan upaya banding,

namun faktanya Notaris Chairul Anom tidak mengajukan banding sampai tenggat batas waktu yg diberikan," kata Sasmika.

Ia menjelaskan, dalam perkara ini terlapor secara terang dan nyata diduga telah melakukan 6 (enam) perbuatan dalam kurun waktu 2006 hingga 2017 yang tidak berkesesuaian dengan UUJN, yakni selaku Pejabat Umum tidak bersikap netral, melakukan rangkap jabatan selaku Kuasa Direksi PT Bumi Madu Mandiri, dan bertindak seolah-olah seperti advokat yang

pada saat bersamaan aktif menjabat sebagai Notaris.

SPPN VII juga berharap kiranya MPPN RI dapat melakukan pemeriksaan secara seksama terhadap izin cuti yang diklaim dimiliki Notaris Chairul Anom, S.H., dalam kurun waktu 2006 hingga 2017 yang kewenangan pemberian yang kewenangan pemberian izinnya patut diduga tidak sesuai dengan ketentuan dalam UUJN.

"Hal ini mengakibatkan PTPN VII berpotensi mengalami kerugian aset negara atas tanah 4650 Ha, sehingga secara langsung juga akan berdampak kerugian pada hilangnya tempat pekerja PTPN VII yang tergabung dalam SPPN VII mencari nafkah" tandas dia.
(her)