HUKUM
BNN Lampung ekpose gagalkan Narkotika.(nti/pin)
22/3/2019 07:16:15
723

BNN Lampung Gagalkan Penyelundupan Narkotika Golongan 1

Harianlampung.com - Tim Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung mengungkapkan kasus dan penggagalan penyelundupan Narkotika Golongan 1 bukan tanaman seberat 1,5 Kg  jenis Sabu pada Minggu 17 Maret 2019 di hotel Sriwijaya, Kabupaten Lampung Tengah.

Menurut Kepala BNNP Lampung Brigjen Tagam Sinaga kejadian ini  pada hari Sabtu tanggal 16 Maret 2019 Tim Pemberamasan BNNP Lampung mendapatkan informasi tentang dugaan peredaran gelap narkotika di wilayah Bandar Lampung. lnformasi tersebut ditindak lanjuti dengan penyelidikan terhadap beberapa target dan penginapan di wilayah Bandar Lampung dan sekitarnya.  

Pada hari Minggu sekitar pukul 23.00 Wib, tim mendapatkan informasi bahwa pembawa barang sudah berada di hotel Sriwijaya Lampung Tengah dan menunggu untuk bertemu dengan orang  untuk menyerahkan barang tersebut. Kemudia  tim melihat sebuah mobil Daihatsu Ayla yang dikendari satu orang pria berhenti dan menerima bungkusan hitam saat itu juga tim kemudian melakukan  penangkapan.

Ketika dilakukan penangkapan tersangka berinisial WA  yang memang sudah lama jadi bandar di Lampung, dan sudah jadi target kita sebagai penerima mencoba melarikan diri dengan mobilnya setelah menerima barang lewat jendela mobilnya,  sehingga petugas memberikan tembakan  peringatan hingga akhirnya terpaksa memberikan tindakan keras dan terukur.

Kemudian mobil tersebut terus melaju hingga akhirnya oleng dan menabrak jembatan   dan masuk ke parit.

" Petugas langsung mengeluarkan dari dalam mobil dan membawanya ke RS terdekat akan tetapi setiba di RS nyawa tersangka  tidak dapat tertolong lagi setelah di visum ternyata tersangka terlalu banyak mengeluarkan darah sehingga meninggal dunia," ujarnya saat menggelar konferensi Pers Kamis (21/3).

Sementara itu tiga tersangka lain berinisial ZF. ZN. dan RM warga Pekanbaru, Riau yang berperan sebagai kurir, juga mencoba melarikan diri sehingga  petugas terpaksa memberikan tindakan tegas dan tersungkur yang mengenai kaki para tersangka.

Salah sorang tersangka ZF mengataka bahwa dirinya baru pertama kali menjadi kurir, Ia diperintahkan oleh seseorang bandar bernama Ali, warga Pekanbaru Riau.

"Saya dan kawan- kawan-kawan cuma dijanjiin uang,tapi enggak tahu dikasih berapa, cuma dikasih mobil sama ongkos minep hotel,"ungkapnya.
(nti/her)