HUKUM
Fajrun Najah Ahmad.(her/pin)
01/5/2019 19:26:51
647

Fajrun Najah Ahmad Penuhi Panggilan Penyidik Polresta Balam

Harianlampung.com - Sekretaris DPD Partai Demokrat (PD) Provinsi Lampung Fajrun Najah Ahmad, didampingi dua kuasa Hukumnya, memenuhi panggilan penyidik Polresta Bandar Lampung, terkait kasus dugaan tindak pidana penipuan sebesar Rp 2,750 Miliar, Selasa (30/4).

Saat di tanya awak media di Polresta Balam, Fajar sapaan akrab Fajrun Najah Ahmad, mengungkapkan bahwa dirinya melakukan klarifikasi saja terkait adanya pengaduaan kemarin yang dilakukan oleh Namuri terkait adanya penipuan uang ini, Fajar tidak menjabarkan dugaan yang tertuju pada dirinya terkait adanya penipuan tersebut.

Bahkan Fajar membantah adanya laporan yang tertuang dalam Laporan Polisi Nomor LP/B/4979/XII/2018/LPG/RESTA BALAM, tertanggal 17 Desember 2018, atas nama korban Namuri Yasir.

"Ini saya bantah, itu nggak bener. Makanya kita klarifikasi, karena kita dipanggil, kita kan harus hormati proses hukum, makanya hari ini kita hadir. Kita kooperatif," kata Fajrun Najah Ahmad.

Terpisah, Namuri Yasin mengaku, menyerahkan dan mempercayai perkara tersebut kepada Polisi. Dirinya  menghormati proses hukum yang sedang berjalan sambil menunggu kepastian dari pihak berwenang.

"Itu sudah proses hukum ya, jadi saya menghormati hukum, saya mengikuti proses saja, gimana kedepannya,kita percayakan kepada Polisi,"ungakapnya

Perihal Fajrun membantah adanya dugaan perkara penipuan. Namuri menyerahkan semua kepada Polisi, dimana sudah adanya bukti tertulis dan bukti serah terima yang di foto. Jika tidak ada dasar tak mungkin pihaknya mengadukan perkara ini serta hanya meminta haknya untuk dikembalikan.itu logikanya,tegas dia.

"Membantah itu hak dia, cuma yang pasti kalau kami mengada-ada terlalu konyol lah, masalah bang Fajar (sapaan Fajrun) ada jawaban bantahan itu hak beliau hanya kan kami ada dasarnya dan ada bukti konkrit, jadi kami ikuti proses hukum," jelasnya.

Rencananya unit Reskrim 1, Satreskrim Polresta Bandar Lampung pekan depan akan kembali melakukan pemanggilan dalam tahap penyidikan kedua,tandasnya.

Diketahui Fajrun diperiksa selama kurang lebih 4 jam oleh penyidik, sejak pukul 09.00 Wib hingga 13.20 Wib.
(nti/her)