HUKUM
Kuasa hukum Alay saat diwawancarai.(nti/pin)
16/5/2019 07:42:13
768

Kasus Alay Soal Pengembalian Uang Negara Terkendala Pihak Lain

Harianlampung.com - Kasus terpidana Sugiharto Wiharjo alias Alay mengalami kendala terkait pengembalian uang negara, sebab aset exsTripanca yang semula di anggap bisa menutup kerugiaan negara telah beralih tangan ke pihak lain.

Bahkan pihak lain tersebut menggugat Alay atas klaim dan upaya untuk mengembalikan uang negara mengunakan aset tersebut di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Rabu (15/5).

Menurut Kuasa Hukum Alay, Sujarwo mengatakan bahwa gugatan oleh pihak lain terkait suatu perjanjian yang tertuang dalam akta notaris nomor 26 dan 27. Untuk nomor 26 antara Puncak Indra dan Alay, ada perjanjian penyerahan dua aset yakni Pantai Quen Arta dengan luas kurang lebih 8,8 hektar,dan gedung Ex 21 Sukaraja luasnya sekitar 3 hektar. Sedangkan akta notaris nomor 27 yang mana Meriana ( istri Alay) menyerahkan gudang sekitar 7 hektar. Kedua akta notaris tersbut bunyinya sama bahwa Alay punya kewajiban Rp 25 miliar, jadi kalau dijual dipotong Rp 25 dan sisanya dibagi dua,jelas dia.

"Tadi ini sidang mediasi dalam perkara gugatan, antara Puncak Indra dan Budi Kurniawan dengan Sugiarto Wiharjo bersama istrinya Meriana. Gugatan yang dilayangkan ke Alay ini untuk membatalkan perjanjian tersebut," kata kuasa hukum Alay, Sujarwo.

Lanjut Sujarwo, pihak lain ini memaknai bahwa aset tersebut milik mereka semua. Sementara Alay ini untuk uang pengganti yang sudah inkrah sebsar Rp 106 miliar dan sudah dipulangkan Rp 1 miliar jadi sisa Rp 105 miliar, jika aset ini dijual lalu dipotong 25 miliar dan dibagi dua, masih lebih dari Rp 105 miliar dan sangat bisa menutupi kerugian negara yang mana uang tersebut  pihaknya bisa menyerahkan ke kejaksaan sebagai uang pengganti. Namun , dari pihak yang diserahkan tersebut mengklaim bahwa mereka telah menebus dari bank saat Tripanca group mengalami pailit.

" Secara logika ini gak mungkin, masak yang punya hutang Alay yang nebus sana, itu gak bener,harapannya kami ingin komit mengembalikan kerugaian uang negara, tapi malah dikuasai pihak lain," cetus dia.

Sementara itu, dalam gugatan yang dilayangkan pihak lain melalui Kuasa Hukum Joni Tri, penggugat menyatakan asset yang telah ditebus/dilunasi sah milik penggugat.

Kemudian menyatakan akta perjanjian Kerjasama Ex Gedung 21 dan Pantai Lempasing akta Notaris nomor 26  dan akta Perjanjian Gudang dengan akta Notaris nomor 27 batal.
(nti/her)