HUKUM
Sidang terdakwa Tarmiadi.(nti/pin)
29/10/2019 21:44:18
557

Kasus Pembunuhan Terdakwa Tarmiadi Divonis 18 Tahun Penjara

Harianlampung.com - Kasus terdakwa Tarmiadi (42) divonis selama 18 tahun penjara oleh Hakim Ketua Efiyanto terkait kasus pembunuhan terhadap kekasih mantan istrinya yakni Nasrudin di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang Kelas IA Bandar Lampung, Selasa (28/10).

Dalam persidangan,  Hakim Ketua Efiyanto mengatakan bahwa terdakwa Tarmiadi (42) warga Jalan Pagar Alam, Gang Cempaka, Kelurahan Gunung Agung, Kecamatan Langkapura, Kota Bandar Lampung terbukti secara sah dan bersalah melanggar Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana.

Adapun Hal-hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan selama persidangan, terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

Hal-hal yang memberatkan bahwa terdakwa menghilangkan nyawa orang lain

"Maka menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Tarmiadi selama 18 tahun penjara dikurangi selama terdakwa menjadi tahanan dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan," ujarnya saat membacakan putusan di Pengadilan.

Atas putusan ini terdakwa bersama penasehat hukumnya dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan pikir-pikir.

Sementara itu Penasehat Hukum (PH) terdakwa, Nurul Hidayah, usai persidangan mengatakan bahwa dirinya sebagai PH telah bersepaka bersama terdakwa menyatakan pikir-pikir atas putusan hakim tadi pada saat persidangan. dirinya akan mempelajari lebih lanjut berkas putusan tersebut untuk menjadi bahan pembelaan pada sidang selanjutnya.

Karena putusan tadi hanya dibaca pokoknya saja jadi harus kami perdalam. Namun dirinya merasa keberatan atas pasal yang diterapkan kepada Tarmiadi yang dinilainya tidak sesuai dengan perbuatan terdakwa.

"Tapi jujur kami tidak sependapat dengan Pasal 340 KUHP. Alasan kami, sebelum terjadinya penusukan yang dilakukan terdakwa kepada korban, keduanya tidak ada masalah apapun,  itu terjadi spontan karena sebelumnya tidak ada pertengkaran dengan korban. Ini harus ditelaah lebih jauh, dia (terdakwa) bawa pisau karena dia kerja membelah jengkol dan petai. Itu menjadi bahan yang akan kami bawa untuk pledoy (pembelaan)," tandasnya.
(nti/her)