HUKUM
Polsek Sukarame saat ekspose.(nti/pin)
19/11/2019 21:33:04
586

Polsek Sukarame Balam Amankan Pelaku Pecah Kaca

Harianlampung.com - Polsek Sukarame Bandar Lampung berhasil amankan pelaku pecah kaca yakni Firman Supriyadi yang meresahkan masyarakat Sukarame dan sekitarnya.

Kapolsek Sukarame Bandarlampung (Balam) AKP Poeloeng Arsa Sidanu  mengungkapkan bahwa penangkapan

Firman Supriyadi pelaku Curat bermula dari laporan masyarakat ada pencurian di Jalan Sentot Alibasyah Way Dadi Sukarame dengan modus pecah kaca dan  melalui proses panjang, Polisi lakukan penyelidikan di dua TKP terpisah hingga pantau money changer  pelaku berhasil diamankan di rumah kontrakan Way Dadi Sukarame.

"Dari hasil penangkapan kami berhasil mengmkan barang bukti berupa tujuh tas berbagai merk milik korbannya,  laptop, serta kendaraan yang digunakan saat beraksi yakni Honda CB125R bernopol B 6153 GAX, helem serta jaket," ujarnya Selasa (19/11).

Lanjut  AKP Poeloeng, dari hasil pengakuan pelaku dirinya sudah 10 kali melakukan pecah kaca, pelaku melakukan pencurian dengan mengincar mobil yang di dalamnya berisikan tas dan benda berharga,  lalu memecah kacanya dan menguras barang berharga tersebut. Dirinya melakukan aksi ini seorang diri dan dia merupakan seorang residivis pada kasus yang sama pada tahun 2015 di wilayah hukum Bandar Lampung.

"Atas perbuatanya tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan hukuman ancaman pidana kurungan selama tujuh tahun," jelasnya

Pada saat penangkapan pelaku melakukan perlawan terpaksa dilakukan tindakan tegas terukur tidak hanya itu tersangka juga beberapa kali berusaha merebut senjata milik anggota.

Sementara itu pelaku Firman Supriyadi mengatakan bahwa dirinya setidaknya telah melakukan aksi pencurian di beberapa tempat sebanyak 10 kali dengan melempar pecahan keramik dan mengincar mobil yang terpakir yang dilalamnya ada barang berharaganya.

"Saya pecahkan kaca pakai keramik besi dan itu saya lakukan sendiri, setelah saya lemparkan pecahan keramik, kemudian dorong, dan ini dua kalinya tertangkap, baru keluar bulan Maret lalu," katanya.
(nti/her)