HUKUM
Kantor pengadilan negeri Tanjung Karang.(ist/pin)
02/1/2020 08:18:15
619

Dua Terdakwa Kasus Jual Burung Dilindungi Jalani Sidang Pertama

Harianlampung.com - Dua terdakwa Hendra dan Hermansyah warga Tanjung Karang menjalanin sidang pertama kali terkait kasus jual burung yang dilindungi di Pengadilan Negeri Tanjung Karang, Kamis (2/1).

Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kandra Buana mengungkapkan bahwa perbuatan bermula saat Polisi mendapatkan infomrasi keberadaan satwa burung yang dilindungi dari berbagai jenis dijual di sebuah toko burung di bilangan Tanjung Karang Barat. Lalu polisi mendatangi toko tersebut dan mendapatkan burung yang dilindungi, yakni enam ekor burung beo, dua ekor burung Jalak Putih, dua ekor burung Nuri Ambon, dua ekor burung Nuri Bayan, dan dua ekor burung Kakak Tua.

"Selanjutnya barang bukti tersebut diamankan berserta pemilik toko, terdakwa Hendra,"  ujarnya.

Empat dari enam ekor burung Beo yang dimiliki oleh terdakwa Hendra ternyata didapat dari terdakwa Hermansyah yang dibeli pada Selasa 1 Oktober 2019 melalui pesan whatsapp. Lalu  pada kesokanya harinya yakni Rabu 2 Oktober 2019 Hendra mendatangi rumah Hermansyah untuk mengambil empat ekor burung beo tersebut dngan membayar Rp 2,6 juta. Bisnis jual Beli ini sudah dilakukanya dari tahun 2017.

"Dan sudah memiliki pengalaman membedakan burung yang dilindungi atau tidak maupun jenis makanan serta cara perawatannya, dan terdakwa juga tidak memiliki izin dari pejabat yang berwenang," jelasnya.

Berdasarkan Peraturan Meneteri (Permen) LHK Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018  satwan yang di jual beli terdakwa adalah satwa yang di lindungi. Atas perbuatanya maka terdalwa di ancam  dalam Pasal 21 ayat (2) huruf a jo. Pasal 40 ayat (2) UU RI No. 05 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam (SDA) Hayati dan Ekosistemnya.
(nti/her)