HUKUM
Sidang mantan Muli Mekhnai (nti/her)
07/1/2020 21:20:59
606

Mantan Muli Mekhanai Lampura Dewi Pramudita Jalani Sidang Perdana di PN Tanjungkarang

Harianlampung.com - Mantan Muli Mekhanai Lampung Utara (Lampura) 2017 Dewi Praudita menjalani sidang perdana terakit keterlibatan penggunaan psikotropika di Pengadilan Negri Tanjungkarang, Selasa (07/01).

Jaksa Pentut Umum (JPU) Depati Herlambang mengatakan bahwa pada hari Selasa tanggal 22 Oktober 2019  sekira Jam 15.00 WIB, terdakwa menghubungi saksi Adi Yus Bin SUKRI (Alm) (disidangkan secara terpisah) dengan menggunakan handphone terdakwa dan memesan Pil Riklona Clonazepam karena terdakwa susah tidur dan saksi Adi Yus menyanggupinya dan sepakat untuk bertemu di Jalan Sultan Agung Kelurahan Labuhan Ratu Raya Kecamatan Labuhan Ratu kota Bandar Lampung, lalu sekitar jam 16.00 Wib terdakwa ketempat tersebut menemui saksi ADI YUS, dan ketika bertemu dengan saksi ADI YUS terdakwa langsung memberikan uang sebesar Rp. 250.000 dan terdakwa menerima Pil Riklona Clonazepam sebanyak 5 (lima) butir.

"Lalu sekitar pukul 18.00 Wib terdakwa pergi ke Kopi 20 di Jalan Wijaya Kesuma Rawa Laut Kecamatan Tanjung Karang Timur Bandar Lampung dengan menggunakan mobil Brio warna Hitam doff No. Pol. D 19 GOD, dan ketika diperjalanan terdakwa menelan 1 (satu) tablet Pil Riklona Clonazepam dengan menggunakan minuman sprite," ujar Depati saat membacakan dakwaan.

Setalah itu terdakwa menghubungi saksi Muhamad  Bin Sarimin(Alm) (disidangkan secara terpisah) untuk bertemu di Kopi 20, kemudian sekitar pukul 19.00 WIB terdakwa sampai di Kopi 20 dan terdakwa kembali menelan satubutir Pil Riklona Clonazepam dengan menggunakan kopi, lalu sekitar jam 20.40 Wib saksi Muhamad Riskidatang dan terdakwa langsung menyerahkan Pil  sebanyak seperempat butir kepada saksi Muhamad Riski  dan langsung ditelan karena saksi Muhamad Riski Amd mengeluh karena susah tidur, kemudian sekitar jam 21.30 Wib Emon (belum tertangkap/DPO) datang dan meminta Pil kepada terdakwa, lalu terdakwa memberi Pil tersebut kepada EMON sebanyak setengah butir yang sebelumnya yang seperempat  butir terdakwa berikan kepada saksi Muhamad Riski, kemudian sekitar jam 21.45 Wib terdakwa bersama saksi Mumahad Riski pergi ke Cafe Kiyo di Jalan Prof. M. Yamin No. 32 Kelurahan Rawa Laut Kecamatan Tanjung Karang Timur kota Bandar Lampung.

"Pada saat diperjalanan ke Cafe Kiyo terdakwa kembali memberikan Pil Riklona Clonazepam kepada saksi Muhamad Riski , sebanyak seperempatbutir dan oleh saksi MUHAMMAD RISKI ditelan dengan menggunakan air minum putih," ungkapnya.

lalu sekitar jam 21.50 Wib ketika terdakwa dan saksi Muhamad Riski baru sampai di Cafe Kiyo  datang saksi Dedi Kurniadi Bin Amrin Udin dan saksi Siti Hazar Binti Azifudin  (yang keduanya anggota Kepolisian Polresta Bandar Lampung) yang sebelumnya mendapat informasi dari masyarakat kalau ditempat tersebut sering terjadi penyalahgunaan Psikotropika dan langsung melakukan penangkapan terhadap terdakwa dan saksi Muhamad Riski Amd dan ketika dilakukan penggeledahan pada diri terdakwa ditemukan barang bukti berupa 2 (dua) butir Pil Riklona Clonazepam diakantung celana depan sebelah kanan yang terdakwa pakai, 1 (satu) unit handphone merk I Phone dan 1 (satu) unit mobil Brio warna Hitam doff No. Pol. D 19 GOD, selanjutnya terdakwa berikut barang bukti berupa 2 (dua) butir Pil Riklona Clonazepam, 1 (satu) unit handphone merk I Phone dan 1 (satu) unit mobil Brio warna Hitam doff No. Pol. D 19 GOD dibawa kekantor kepolisian Polresta Bandar Lampung untuk diproses lebih lanjut, dan terdakwa tanpa hak memiliki, menyimpan dan atau membawa Psikotrpika tanpa seijin dari pihak yang berwenang.

"Atas perbuatan terdakwa Dewi Pramudhita diancam pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 62 atau Pasal 60 ayat (4) atau Pasal 60 ayat (5) UU RI No. 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika.

Sementara perbuatan terdakwa Adi Yus diancam pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 62 atau Pasal 60 ayat (4) UU RI No. 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika. Dan Muhammad Riski diancam pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 60 ayat (5) UU RI No. 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika," tutur JPU.(
(nti/her)