INVESTASI
Ilustrasi (pin/dok)
06/11/2017 10:52:59
70

FP Unila Dorong Ketersediaan Pakan Ternak di Lamtim

Harianlampung.com - Fakultas Pertanian Universitas Lampung (FP Unila) dorong ketersediaan pakan ternak di Lampung Timur melalui pengabdian kepada masyarakat.

Dosen Jurusan Peternakan FP Unila Siswanto mengatakan FP Unila menggulirkan Program Kemitraan Masyarakat Pembibitan Sapi Potong di Sentra Peternakan Rakyat Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur, sejak Juli hingga akhir Oktober 2017.

Pengabdian masyarakat itu memberikan solusi terhadap permasalahan yang tengah dihadapi peternak sapi  yang tergabung dalam Kelompok Peternak Usaha Bersama yang berlokasi di Desa Labuhan Ratu VI, Kecamatan Labuhan, Kabupaten Lampung Timur.

Kepada harianlampung.com, Siswanto mengatakan dia  bersama rekan satu tim Yusuf Widodo dan Kusuma Adhianto turun tangan mengatasi permasalahan tersebut.

Dia mengatakan, kegiatan tersebut didukung secara penuh oleh Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UniversitasLampung.

Menurut Siswanto, formulasi pakan merupakan upaya untuk menyusun bahan pakan dalam suatu formula tertentu sesuai dengan kebutuhan nutrisi sapi namun dengan harga yang terjangkau. Harga yang terjangkau dapat dicapai bila bahan pakan mudah diperoleh di lokasi tersebut atau di sekitar lokasi sehingga peternak tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi pakan.

Tempat penyimpanan tersebut dinamakan silo yang dapat berbentuk horisontal ataupun vertikal. Drum atau kantong plastik dapat digunakan untuk silo."Pada prinsipnya, silo merupakan tempat pembuatan silase yang memungkinkan bahan pakan mengalami fermentasi pada kondisi anaerob," ujar Siswanto.

Sementara Kusuma Adhianto menuturkan beberapa masalah yang dihadapi peternak sapi anggotaKelompok Usaha Bersama antara lain rendahnya produktivitas sapi-sapi di wilayah tersebut, pandangan sebagian besar peternak bahwa penggemukan sapi lebihmenguntungkan daripada usaha pembibitan sapi, dan tingginya biaya pakan yang terpaksa dikeluarkan peternak sapi pada saat musim kemarau.

Upaya untuk meningkatkan produktivitas sapi-sapi di wilayah tersebut ditempuh melalui pelatihan penyusunan formulasi ransum dan pelatihan teknologi pengawetan pakan berupa pelatihan pembuatan silase.

Selain itu, bahan pakan harus tersedia sepanjang waktu dalam jumlahyang cukup, harganya layak dantidak berfluktuasi, dan tidak mengandung racun."Bahan pakan tersebut tentunya bahan yang dapat dikonsumsi sapi yaitu hijauan dan konsentrat," katanya, Senin (6/11).

Dia melanjutkan, Upaya agar peternak dapat menyediakan pakan secara berkesinambungan dilakukan dengan melatih peternak membuat silase. Silase merupakan pakan berbahan baku hijauan, limbah hasil pertanian atau biji-bijian berkadar air tertentu yang telahdiawetkan.Pengawetan dilakukan dengan menyimpan bahan pakan pada tempat dalam kondisi kedap udara selama kurang lebih tiga minggu. Kondisi kedap udara tersebut dimaksudkan agar bahan-bahan pakan mengalamifermentasi.

Diakui Kusuma bahwa tingkat partisipasi peternak sapi yang tergabung dalam kelompok Usaha Bersama sangat baik."Mereka sangat antusias mengikuti setiap tahap pelatihan karena materi pelatihan memang disesuaikandengan kebutuhan peternak dan pelatihan seperti ini belum pernah ada sebelumnya," ujarnya.

Berdasarkan permasalahan yang ada pada peternak sapi tersebut, kata Siswanto, pihaknya juga memberikan pemahaman pada peternak bahwa dalam usaha tani sapi potong tidak hanya penggemukan saja yang menguntungkan. "Pembibitan sapi juga usaha tani yang menguntungkan dan berperan penting dalam mendukung peningkatan populasi sapi," katanya.

Pelatihan yang lengkap Ngaliman, ketua Kelompok Usaha Bersama mewakili anggota kelompok menyatakan sangat puas mendapat pelatihan yang lengkap mulai dari jenis bahan pakan, kandungan nutrisi, cara menyusun formulasi ransum sampai pelatihan pembuatan silase. "Hasil pelatihan ini segera kami terapkan untuk meningkatkan produktivitas sapi-sapi di sini," ujarnya, Minggu (5/11).

Hal yang sama juga dikatakan Maryo, peternak sapi peserta pelatihan mengaku pelatihan yang diberikan oleh tim pengabdian dari Unila bermanfaat karena ia menjadi tahu cara mengatasi permasalahan kekurangan pakan pada musim kemarau dan cara menyusun ransum agar sapinya cepat berkembang biak.
(pin)