INVESTASI
Kadisdag Ir.Ferynia membuka Pasar Lelang. (her/pin)
06/11/2017 12:20:34
122

Disdag Lampung Gelar Pasar Lelang Komoditi Agro

Harianlampung.com - Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Perdagangan (Disdag) Lampung menggelar pasar lelang forward komoditi agro bersama pelaku usaha dari seluruh Kabupaten/kota se Lampung dan stakeholder di Balai Koperasi dan UMKM, Senin (6/11).

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Lampung Ir. Ferynia mengatakan, Kemendag RI melalui Badan Pengawas Perdagangan berjangka Komoditi (Bappebti) telah menyusun langkah pelaksanaan tiga pilar program utama seperti, program pasar lelang komoditi agro, Sistem Resi Gudang (SRG) dan bursa komoditi berjangka, ujarnya.

Menurutnya, pasar lelang merupakan kegiatan ekonomi dengan tujuan menciptakan mekanisme pembentukan harga dan peningkatan efisiensi pemasaran agar menjadi pasar yang terorganisir yang nantinya dikelola badan usaha secara profesioanal, jelasnya.

"Pasar lelang ini mengedepankan norma ekonomi sehingga pelaku usaha mampu menggerakkan keseimbangan dan kuat dan memiliki posisi tawar karna menunjang ekonomi rakyat,"kata Ferynia saat membuka Pasar lelang forward komoditi agro.



Kita harapkan program pasar lelang ini akan mampu mengintegrasi pola kerjasama yang baik antara petani dan pedagang, artinya antara penjual dan pembeli akan banyak mendapatkan sisi manfaat mulai dari pembentukan harga yang wajar dan memperpendek mata rantai dengan sistem penguatan mutu produksi, ini yang ke 48 kali kita selenggarakan, urainya.

Selain itu, kedepan kita akan terus melibatkan perusahaan daerah seperti BUMND PD Wahan Rahardja, karna BUMND selama ini ikut andil dalam pelaksanaanya.

Ferynia menegaskan bahwa khsus komoditi beras saat ini telah ada peraturan Kemendag RI dan akan terus ada pemantauan pendistribusian beras edar, tambahnya. "Ada kriteria seperti beras organik, beras industri kesehatan yang diatur dalam sertifikat dari BPPOM," tegasnya. Termasuk aturan setifikat beras geografis yang di atur Kemendag dan Kemenkumham, pungkasnya.

Sementara, ketua panitia pelaksanaan pasar lelang forward komoditi agro Ir.Ofrial menambahkan, kegiatan ini merujuk pada Keputusan Kepala Dinas Perdagangan Lampung nomor.17/V.25/KP.PPDN/X/2017 dengan tujuan pengembangan pasar lelang sekaligus menyamakan persepsi atau pemahaman tentang kebijakan. Menurutnya, peserta diikuti dari berbagai Kabuputen/kota se Lampung dan provinsi lain seperti Jambi dan Bengkulu.

"Ada 60 peserta yang mengikuti kegiatan ini dan di tahun 2017 telah dilaksanakan sebanyak 7 kali dengan nilai transaksi sebesar Rp528 Miliar," singkatnya.
(her)